AirAsia Bloggers’ Community 3rd Anniversary Party: Ketika Rakyat Jelata Bisa Bertemu dengan Para Blogger Hits Asia!

(Foto: Dok. AirAsia Indonesia) Saya baru saja selesai meeting , sesaat sebelum menerima undangan dari AirAsia di email saya: Ke...

(Foto: Dok. AirAsia Indonesia)


Saya baru saja selesai meeting, sesaat sebelum menerima undangan dari AirAsia di email saya:


Kepada Yth.
Rifa Mulyawan
dari rifamulyawan.com


AirAsia Bloggers' Community (AABC) is back!

AirAsia dengan senang hati mengundang Rifa Mulyawan dari rifamulyawan.com, untuk merayakan serunya AABC 3rd Anniversary yang akan berlangsung di Jakarta, Ibukota Indonesia, 12 - 14 November 2016. 

Selama 3 hari 2 malam, kamu akan berkesempatan untuk bersenang-senang dengan 50 bloggers, vloggers dan digital influencers anggota AABC dari Asean, China, Taiwan, Korea, Jepang, India dan Australia.



Oh, mungkin hanya email penawaran biasa, pikir saya. Tidak mungkin jika saya mendapatkan undangan khusus untuk hadir di acara yang spesial seperti itu. Yang ada dalam pikiran saya, ini adalah ajakan untuk mengikuti kompetisi, jika saya cukup beruntung barulah saya bisa terpilih untuk menghadiri acara tersebut.

Tak lama kemudian, saya di-WhatsApp dan ditelepon oleh Mba Nia, PR Executive AirAsia Indonesia. Intinya, ternyata mereka benar-benar mengundang saya untuk datang ke acara itu. Ternyata email tadi memang untuk saya, bukan blast, bukan promosi, dan bukan harus melalui kompetisi atau bayar dahulu untuk dapat mengikuti acara itu. Ternyata saya benar-benar diundang.

Bercanda.
Saya pikir AirAsia sedang bercanda.

“Mba, boleh tau nggak yang diekspektasikan oleh AirAsia seperti apa? Saya takut, AirAsia salah pilih orang Mba. Saya bukan siapa-siapa loh Mba, cuma orang biasa, nggak bisa dibilang digital influencer juga. Apalagi saya juga udah lama nggak meng-update blog saya…” Begitu kira-kira yang saya tanyakan dan sampaikan ke Mba Nia melalui telepon.

Saya memang merasa AirAsia salah pilih orang. Terlebih di percakapan tersebut Mba Nia sudah mengatakan beberapa nama yang akan diundang, dan saya mengetahui sebagian di antaranya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pengaruh di dunia online, tidak seperti saya. Blog saja sudah lama nggak diisi. Persis seperti hati.

“Nggak apa-apa, kok. Hmm, blog Kamu juga belum lama-lama banget kok nggak diupdatenya, baru sekitar dua bulan, kan?” Tanggap Mba Nia.

Oh, iya juga sih. Sama seperti hati. 
Saya putusnya juga baru sekitar dua bulan.

Oke lah, saya ikut!


Perayaan Dimulai! 
Di AABC 3rd Anniversary Party ini, peserta diwajibkan mengikuti semua challenge yang diberikan. Challenge pertama adalah membuat video Instagram dengan tema Travel Great with AirAsia. Challenge ini sudah diberikan pada tanggal 11 November 2016, atau sehari sebelum acara AABC 3rd Anniversary Party dimulai. Saya bingung. Benar-benar bingung, harus membuat video seperti apa, bagaimana caranya, dan apa dulu yang dikerjakan –karena di hari itu pula terdapat tiga deadline pekerjaan saya di kantor.

Karena saat itu sedang agak stres dengan pekerjaan, saya pun terinspirasi membuat video dengan tema stres. Kemudian karena saya tidak berpengalaman dalam mengedit-edit video, yah jadilah video seadanya saja, dengan kualitas gambar yang… errrr malah bikin tambah stres.




Challenge 1: Video Instagram "Travel Great with AirAsia"


Sabtu siang tanggal 12 November 2016, saya berangkat ke hotel DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro, Cikini, tempat berlangsungnya acara AABC 3rd Anniversary Party. Sepanjang perjalanan menuju hotel bintang 5 tersebut, saya merasa deg-degan. Pikiran saya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan ini:
“Bagaimana kalau saya dikucilkan oleh para peserta yang lain?”
“Bagaimana kalau saya tidak bisa diterima dalam pergaulan mereka karena saya adalah orang biasa –yang kastanya berbeda dengan mereka yang blogger hits, selebtwit, atau selebgram itu?”
“Bagaimana kalau saya sudah berjuang tapi semuanya sia-sia? Apakah masih ada harapan atau sebenarnya dia sudah benar-benar tak bisa lagi membuka hatinya untuk saya?

Sesampainya di hotel DoubleTree, saya pun tidak disambut. Ya iyalah. Di lobby hotel tersebut, saya akhirnya bertemu dengan Mba Nia serta para blogger Indonesia lainnya. Uh, ternyata mereka baik-baik! Ramah, dan saya diajak ngobrol, loh! Syukurlah, saya tidak jadi dikucilkan. Pertanyaan-pertanyaan saya tadi akhirnya terjawab sudah.
Kecuali yang terakhir.


Peserta dari Indonesia waktu baru sampai di DoubleTree Hotel by Hilton Jakarta - Diponegoro
(Dok. www.suciutami.com)

Jumlah blogger Indonesia yang menjadi peserta acara ini ialah 13 orang. Mereka adalah Kak Atre (renjanatuju.com), Mas Daniel Giovanni (danielgiovanni.com), Mba Inne (innath.com), Mba Kadek Arini (kadekarini.com), Mba Katerina (travelerien.com)Kak Michi (michellehendra.com), Mba Mita Yulian (teronggemuk.com), Mba Nike Prima (www.livingloving.net), Mba Nurul (nurulnoe.com), Mba Suci Utami (suciutami.com), Mba Tari (ivegotago.com), Mas Wira Nurmansyah (wiranurmansyah.com)dan satu lagi tentu saja si anak bawang yang lagi diajak bercanda sama AirAsia, Rifa Mulyawan.

Setelah berkenalan, ngobrol-ngobrol singkat, dan berfoto bersama di lobby hotel, kami diberi waktu untuk melakukan challenge kedua sekaligus beristirahat di kamar masing-masing. Saya sendiri ternyata  sekamar dengan satu-satunya peserta yang berasal dari Brunei Darussalam, yang saat itu orangnya belum sampai.

Di kamar hotel yang super nyaman, saya langsung mengerjakan challenge 2, yakni Chocolate Chip Cookie Moment with DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro. Kami harus mengepos foto di Instagram dengan memuat chocolate chip cookie yang menjadi makanan selamat datang yang khas di seluruh jaringan hotel DoubleTree by Hilton. Enak banget loh cookie-nya!

Saya melihat-lihat beberapa perlengkapan di dalam kamar, apa saja yang bisa digunakan untuk sesi foto ini. Letakkan, susun-susun seolah berantakan, dan ambil foto. Ya, model-model flatlays gitu.





Hmm, masih kurang oke sepertinya. 
Bagaimana kalau ada muka saya di dalamnya? 
Okelah, saya coba. 

Alhasil saya harus membaringkan kepala dan badan saya di atas kasur, dengan posisi kepala di sebelah cookie tersebut. Kaki saya tetap di lantai menahan badan. Kemudian tangan kanan seperti sedang ingin mencoba cookie-nya, sambil mengangkat tangan kiri, memegang kamera, mencari-cari posisi yang pas. Ah, perjuangan banget rasanya. Tapi tidak apa-apa, perjuangan ini cukup terbayar karena hasilnya... biasa saja. Errr...




Challenge 2: Foto Instagram "Chocolate Chip Cookie Moment with DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro"


Hmm, padahal sudah berjuang mandiri, susah payah.

Tapi sekali lagi, tidak apa-apa, saya sudah biasa kok berjuang mati-matian tapi hasilnya biasa aja. Waktu setelah putus saja, saya berjuang banget loh bagaimana caranya agar bisa balikan lagi, pertahankan dan perjuangkan semuanya. Tapi ternyata ya nggak dapet juga. Ya sudahlah, itu mengapa saya nggak kecewa walau perjuangan tidak berbuah kemenangan. Sudah biasa.

By the way, kalau Kamu baca ini, aku masih mau perjuangin Kamu kok sebenarnya. Tapi kamunya buka hati dikit dong, hehe. Maafin aku, yah. 😊

***


AirAsia Eats - Waktunya Makan (dan Foto-foto)
Setelah bertemu dan berkenalan dengan teman sekamar saya, Kurapak, saya semakin merasa AirAsia sedang bercanda dengan saya. Karena saya bahkan sekamar dengan seseorang yang pernah mendapat gelar The Best Blogger in Brunei Darussalam dari sebuah majalah lokal di negaranya. Ya kalau saya sih pernah dimuat di majalah dinding aja, dulu waktu jaman sekolah. Walau perbedaan kami sejauh itu, untungnya ia baik banget. Kami ngobrol banyak sebelum mengikuti acara welcome dinner, malam harinya.

Di acara welcome dinner, puluhan blogger dari 11 negara Asia ini disajikan AirAsia SANTAN, yakni 16 menu makanan yang dapat dipesan di penerbangan AirAsia. Selama ini ketika saya naik AirAsia, saya baru mencicipi beberapa makanannya dan selalu penasaran dengan menu lain yang belum pernah saya pesan. Dan ya, malam ini saya dapat mencicipi semua makanannya! Hore! Tentu, naluri rakyat jelata saya langsung muncul. Bak warga penerima bantuan sosial dari lembaga kemanusiaan, ingin rasanya saya segera cepat-cepat mencicipi makanannya. Tapi karena ternyata Challenge 3 adalah Post an Instagram photo about SANTAN meals during AABC Welcome Dinner, maka tentu saya memilih untuk memotret makanan tersebut terlebih dahulu. Duh, keburu dingin, deh. 😁





Begini deh kalau para Blogger dikasih makanan. Foto-fotoin dulu makanannya sampai puas, hehe.

Challenge 3: Foto Instagram "SANTAN Meals during AABC Welcome Dinner"


Masih di ruangan yang sama, di acara malam ini juga dilakukan pembagian kelompok untuk challenge berikutnya, yakni Team Challenge – AirAsia Fun Race. Para blogger akan dibagi ke dalam sembilan kelompok, yang setiap kelompoknya terdiri dari 6 hingga 7 orang dan kami akan melakukan berbagai tantangan. Wah, bakalan seru banget. Saya excited... sampai tiba pada pengumuman kelompok... saya panik.

Ternyata di kelompok saya, #TeamKetoprak, hanya sayalah orang Indonesianya. Yang lainnya ada Aditi (India), Divya (India), Paee (Thailand), Nu Myat (Myanmar), dan Ivy (Taiwan). Huhuhu, pasti saya akan dapat banyak pertanyaan dari mereka besok setelah melihat keadaan sekitar. Bagaimana kalaumereka melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang nggak bisa saya jawab, seperti...
“Hey, Rifa... Mengapa mereka naik motor bertiga?”
“Hey Rifa... Mengapa itu sennya ke kiri tapi motornya belok kanan?”
“Hey Rifa... Mengapa di sini naik motor boleh nggak pake helm tapi diganti pake peci?”
Dan seterusnya. 
Mampus.
Saya panik karena saya tahu kalau saya nggak akan bisa menjelaskan apa itu cabe-cabean, ibu-ibu pengguna motor matic serta anggota konvoi majelis -dalam bahasa inggris.

#TeamKetoprak, dari kiri ke kanan: Saya, Ivy (Taiwan), Aditi (India), Nu Myat (Myanmar), Pae (Thailand), dan Divya (India)



AirAsia Fun Race - Bersenang-senang sambil Menjelajahi Kota Tua
Sebelum memulai AirAsia Fun Race hari ini, kami mengawali hari dengan sarapan bersama dan hotel tour, mengelilingi DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro. Saat sarapan, saya semeja bersama teman sekamar saya, Abang Kurapak. Catatan penting di meja sarapan ini ialah, dia berkata, “now you’re officially my adek angkat!” Haha. Jadi enak deh besok-besok kalau ke Brunei lagi, saya tidak perlu mencari penginapan -yang di sana itu harganya mahal banget. Selain itu, saya difoto olehnya untuk dipromosikan di Instagramnya, loh!


Katanya saya pintar mengurut kaki (sok tau nih, haha), pintar menata rambut. Terus katanya kalau ada yang mau, nanti saya akan dimasukan ke dalam bagasinya untuk dibawa ke Brunei, Zzzz.

Baiklah bang, kalau memang nanti di Indonesia nggak ada yang mau juga sama saya, saya tahu harus ke mana mencari istri.
Tapi saya mau usaha dulu nih siapa tau masih bisa balikan.

*Tetap semangat.

*Mohon dukungannya.

#RifaPastiBisa

#RifaAdalahKita

***


Akhirnya AirAsia Fun Race dimulai!

Inilah #TeamKetoprak yang nama timnya sering salah diucapkan oleh anggota timnya sendiri (Nu selalu menyebutnya ketapak, Pae beberapa kali menyebutnya keterpak, dan Ivy dua kali menyebutnya ketapruk).

Di Team Challenge - AirAsia Fun Race ini terdapat 6 quest, yakni (1) post foto Instagram dengan salah satu transportasi umum Jakarta, (2) post foto Instagram dengan salah satu landmark populer di Kota Tua, (3) post foto Instagram dengan wayang, (4) post foto dengan street performer, (5) post foto Instagram dengan makanan Indonesia, serta (6) post video Instagram tentang tim kami di kegiaran AirAsia Fun Race ini.

Kami memulai perburuan foto dari Stasiun Cikini menuju Kota Tua menggunakan commuter line.

Beginilah hasil foto-foto dan video kami:






Bagaimana? Biasa-biasa saja, bukan?

Ya sudahlah, sudah biasa. Tapi jangan salah, walau foto-fotonya tidak sebagus tim lain, foto-foto terebut jauh lebih bagus daripada akhir kisah hubungan saya dan dia, loh!

Ya, terus.

Banyak pengalaman seru yang saya alami bersama teman-teman setim saya ini di balik pengambilan gambar-gambar tersebut. Saat ingin mengambil gambar makanan lokal Indonesia, misalnya. Awalnya, kami masuk Cafe Batavia, karena mau ambil foto dengan makanan khas Indonesia, sekaligus makan siang sambil istirahat di tempat yang sejuk dan nyaman.

Namun ternyata, harga makanan di situ lebih mahal sekitar lima kali lipat dibandingkan makanan serupa di tempat makan biasa pada umumnya. Padahal kami sudah masuk, sudah duduk. Setelah memilih-milih menu makanan dan melihat harganya, terpaksa kami ke luar lagi dari Cafe Batavianya.

Supaya nggak malu, saya pun berpura-pura menjadi orang asing gitu dengan berbahasa Inggris ala Thailand ke Mas-masnya..
“Ttsorrryyyy, our baat it kamiiiing.. ttso wi hef tu gooo. No iit no iiit,” Ujar saya dalam sok-sok bahasa Thai-lish yang memainkan nada dan mengganti huruf “s”-yang-bukan-terletak-di-awal-kalimat-menjadi-huruf-“t”. Maksud saya itu, ceritanya kami orang asing lagi tour, terus bisnya datang menjemput kami, jadi kami nggak jadi makan. Mas-mas Cafe Batavianya sih cuma ngangguk-ngangguk aja sambil senyum. Semoga dia ngerti ya.


Banyak hal seru lain yang kalau diceritakan semuanya akan membuat tulisan ini semakin panjang. Intinya, karena AirAsia Fun Race ini, kami para anggota #TeamKetoprak menjadi semakin dekat, semakin akrab, dan saling menyayangi satu sama lain. Hehe.

Ya memang nggak ada yang bilang “I love you guys”, sih. Tapi kan nggak selamanya sayang itu harus dikatakan. Malah kalau sayang lebih baik ditunjukkan, kan, daripada dikatakan. Saya juga begitu, sekarang nggak pernah bilang lagi sih kalau saya masih sayang sama dia, tapi ya berusaha menunjukkan aja. Semoga segera mendapat sinyal bagus. Minimal Line dibales kek, gitu.

*Tetap Semangat

#AyoRifaKuat

#RifaAdalahKita


"Parade" Kostum Nasional di Gala Dinner
AABC 3rd Anniversary Party ditutup dengan acara Gala Dinner yang selain diisi dengan makan malam bersama, juga ada banyak pengumuman pemenang dari berbagai challenge yang telah kami lakukan. Oh iya, di acara Gala Dinner ini, para blogger mengenakan pakaian nasional negara masing-masing, loh. Ada hadiah juga untuk peserta dengan pakaian nasional terbaik.

Saya sendiri juga sudah mempersiapkan waktu yang cukup lama untuk kostum ini, yaitu sekitar satu hari, hehe. Saya mengenakan pakaian adat suku Dayak, yang baru saja saya terima dan coba beberapa jam sebelum acara Gala Dinner dimulai.

Cukup deg-degan memakainya, karena pakaiannya agak nyentrik. Terlebih, Mba Mita bilang ke saya untuk tidak usah memakai kaus dalam. Biar total, katanya. Wah, saya malu sebenarnya jika tidak memakai kaus dalam, masa bisep saya yang masih coming soon ini harus ditunjukkan kemana-mana.

“Yang penting PD,” begitu kata Mba Mita.
“Itu Kamu nggak usah pakai celana pendek di dalamnya, jelek itu celana pendeknya balapan sama celana luarnya (celana baju adat),” tambah Mba Nurul.

Celana baju adatnya itu lumayan pendek, dan bahannya tipis pula. Masa sih, tanpa kaus dalam dan tanpa mengenakan celana pendek lagi di dalamnya?

Berbekal sesi motivasi tersebut, saya pun akhirnya mengikuti saran mereka.


Foto dulu sebelum ke luar kamar hotel.
(Foto: Kurapak)


Malam itu semua tampil memukau, loh! Ada yang membawa rumah-rumahan di kepalanya, ada yang bergaya ala pendekar tradisional Cina, ada yang terlihat megah dengan baju kebesaran kaisar Taiwan, dan ada juga yang kalau jalan bunyi kicring-kicring. Yang kalau jalan bunyi kicring itu saya, deng. Karena di baju adat yang saya pakai ini, di bagian kaki ada gelang yang kalau jalan akan bunyi gitu. Kicring... kicring... seperti kucing. 


Para peserta dari Indonesia dengan national costumenya yang Bhinneka Tunggal Ika, hehe
(Foto: Dok. AirAsia Indonesia)

Senangnya, baju adat dayak yang saya kenakan ini ternyata menyelamatkan saya. Para digital influencer dari negara lain cukup banyak yang minta foto bareng saya, loh. Haha, mereka nggak tau saja nih kalau sebenarnya saya cuma rakyat jelata yang sedang diajak bercanda oleh AirAsia. Kalau mereka tahu, mungkin sudah menyesal kali ya, minta foto bareng. 😛




Tibalah saatnya pada pengumuman pemenang peserta dengan pakaian nasional terbaik. Saya dan teman-teman blogger dari Indonesia tentu cukup percaya diri dengan keunikan pakaian adat kami yang wow dan menarik perhatian banyak orang. Saya menduga kalau salah satu dari kami akan menjadi -setidaknya nominasi- peraih gelar best national costume malam itu.


Dan ternyataaa... Lagi-lagi, total belum tentu menang, Saudara-saudara. Tidak ada satu pun perwakilan blogger dari Indonesia yang terpilih sebagai nominasi best national costume. Hmmm... lumayan sedih. Tapi ya mau bagaimana lagi. Walau kitanya sudah berjuang, tapi kalau hatinya belum terbuka juga, ya susah. Kata orang, sayang itu kan nggak bisa dipaksakan. Tapi sepertinya, bisa diperjuangkan, sih.

*Tetap semangat
#AyoRifaBisa
#RifaAdalahKita


Nominasi The Best National Costume: Auvila dari Thailand, Bonb dari Taiwan, dan Aditi dari India.
(Foto: www.travelerien.com)



Selain best national costume, malam itu banyak bertabur hadiah karena diumumkan pula pemenang-pemenang challenge yang telah kami ikuti. Inilah para pemenangnya:


Challenge pertama, dimenangkan oleh Ivy (Taiwan) dan Mba Suci (Indonesia).







Challenge kedua, dimenangkan oleh Mas Wira (Indonesia) dan Bonb (Taiwan).

A photo posted by Wira Nurmansyah (@wiranurmansyah) on





Challenge ketiga, dimenangkan oleh Budiey (Malaysia) dan Nicholas (Singapura):







Seperti yang Kamu lihat, saya tidak memenangkan apapun, apalagi memenangkan hatinya (OK, cukup). Tetapi bukan berarti saya sedih. Sebaliknya, saya sangat senang!

Ya iyalah, saya mah kalau chat di Line dibales sticker sama dia saja sudah seneng banget, apalagi bisa diundang untuk merasakan pengalaman luar biasa seperti mengikuti AABC 3rd Anniversary Party ini. Kayaknya, AirAsia beneran bercanda deh sama saya! Haha.

Anyway, pokoknya saya mau mengucapkan terima kasih banget untuk AirAsia. Pertama, AirAsia lah yang menerbangkan saya pertama kalinya ke luar negeri dalam sejarah hidup saya. Kedua, AirAsia adalah maskapai yang mewujudkan mimpi saya mengunjungi seluruh negara ASEAN. Hampir semua negara ASEAN yang saya kunjungi, saya gapai dengan AirAsia –sisanya dengan menggunakan bus antarnegara. Saya dapat mewujudkan hal tersebut tentu karena promo kursi gratis AirAsia yang awalnya saya kira bercanda. Ternyata, beneran, saya ke sebagian besar negara ASEAN itu hanya dengan membayar airport tax-nya saja, loh. Ketiga, terima kasih kembali telah bercanda sama saya, dengan mengundang saya ke acara AABC 3rd Anniversary Party. Kini rakyat jelata tak hanya bisa terbang, tapi juga bisa bertemu blogger hits Asia!

Sekali lagi, terima kasih AirAsia! Saya tunggu bercandaan berikutnya ya. Siapa tau kembali ingin bercanda dengan mengundang saya ke AABC 4th Anniversary Party di India tahun depan, kan? 😜


***

Oh iya, kamu, rakyat jelata juga seperti saya? Jangan sedih, siapa tau bisa diajakin bercanda juga sama AirAsia di acara-acara AABC yang keren seperti ini. Saya aja bisa, pasti Kamu juga bisa dong. Kenapa? Ya iya, kan #RifaAdalahKita.

Caranya, daftarkan diri Kamu jadi anggota AABC. Klik di sini, ya.

***

Oh iya (2), beberapa hari setelah acara ini, si Nu Myat diundang ke salah satu TV swasta top di negaranya, Myanmar, yakni MRTV4. Daaan video #TeamKetoprak diputar loh di acara morning show populer di stasiun TV tersebut! Haha asiik! Seorang rakyat jelata lagi makan ketoprak jadi bisa masuk TV internasional!


Semoga tulisan Myanmar yang di bawahnya itu bukan berbunyi “Kasian ni orang, udah lama nggak makan”


You Might Also Like

3 komentar

  1. Rifa yg sabar yah. *lhoh. Curhat detected sih. Hahaha. Betewe, itu kamu bawa2 talenan dari rumah apa gimana sih?

    ReplyDelete
  2. Seru ya acaranya, congrats sudah terpilih ikut acara ini, brarti blognya kece :D

    ReplyDelete
  3. Asa syarikat pinjaman pinjaman bersedia untuk meminjamkan mana-mana jumlah yang anda perlukan untuk memulakan perniagaan peribadi anda. kami memberi pinjaman pada kadar faedah 3%, juga jika anda ingin membeli rumah di atas ansuran bulanan kita juga boleh menjual rumah untuk anda. supaya Sila memohon pinjaman pertanian pertanian. jika anda memerlukan hubungan pinjaman e-mel kami: asaloantransfer@gmail.com, anda juga boleh menghubungi e-mel ini: finance_institute2015@outlook.com, Mungkin ada banyak sebab mengapa anda perlu akses kepada beberapa wang tunai tambahan - daripada yang tidak dijangka pembaikan kereta atau rumah untuk membayar perkahwinan anda atau cuti khas. Tetapi apa sahaja yang anda memerlukannya, apabila anda meminjam antara $ 5,000 USD untuk 100,000 USD di atas.

    pengkhususan Syarikat.
    1) Kami memberi pinjaman pada kadar faedah 3%.
    2) Kami juga boleh membeli sebuah rumah pilihan anda dalam mana-mana lokasi pilihan anda.

    ReplyDelete

Instagram Rifa