Nih sejarah singkatnya Rifa.
Rifa adalah orang Indonesia asli yang berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Rifa dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Rifa untuk belajar mengaji dan bahasa Arab kepada Haji Naipin.
Beranjak dewasa, Rifa menjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna dan tampan.
Rifa mempelajari ilmu sakti dari Ki Buyut Banyubiru.
Ki Buyut Banyubiru memberikan pelajaran-pelajaran ilmu saktinya di Banten. Salah satunya adalah dengan merendam diri dalam sungai yang dingin, dengan tujuan dapat mengendalikan hawa nafsu.
Selain itu juga diajarkan bagaimana menggunakan etanol, asam dioksida, metanol, dan basa secara baik dan benar. Namun karena tidak kuat, akhirnya Rifa lebih memilih masuk IPS dan mempelajari kebudayaan adat Sunda.
Setelah beberapa bulan lamanya Rifa menimba ilmu, Ki Buyut Banyubiru sudah memperbolehkan agar Rifa untuk belajar IPS di luar sekolah, akhirnya Rifa memilih untuk mengunjungi Sultan Demak.
Didalam perjalanannya menuju tempat Sultan Demak, Rifa banyak menghadapi binatang buas yang menghadangnya, salah satunya adalah menaklukan raja buaya dan gerombolannya.
Sesampai di desa Sultan Demak, kebetulan di desa tersebut sedang terjadinya banteng buas yang mengamuk dan memporak pondakan seisi desa, pada saat itu juga Rifa bertemu dengan Sultan Demak dan meminta izin untuk melawan banteng buas tersebut. Sultan Demak menyetujuinya. Akhirnya Rifa berhasil melawan banteng buas itu dengan sebuah pukulan ke kepala banteng, akhirnya banteng tersebut tersungkur mati.
penduduk di desa itu terkagum dengan aksinya Rifa yang telah menghadapi banteng buas dengan tegar dan mengalahkannya.
Berkat jasanya, Rifa kemudian diangkat Sultan Demak sebagai pempimpin laskar tamtama. .
(TAMAT)
ya itulah cerita ga jelas dari Rifa.
najis.
XP
Rifa adalah orang Indonesia asli yang berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Rifa dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Rifa untuk belajar mengaji dan bahasa Arab kepada Haji Naipin.
Beranjak dewasa, Rifa menjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna dan tampan.
Rifa mempelajari ilmu sakti dari Ki Buyut Banyubiru.
Ki Buyut Banyubiru memberikan pelajaran-pelajaran ilmu saktinya di Banten. Salah satunya adalah dengan merendam diri dalam sungai yang dingin, dengan tujuan dapat mengendalikan hawa nafsu.
Selain itu juga diajarkan bagaimana menggunakan etanol, asam dioksida, metanol, dan basa secara baik dan benar. Namun karena tidak kuat, akhirnya Rifa lebih memilih masuk IPS dan mempelajari kebudayaan adat Sunda.
Setelah beberapa bulan lamanya Rifa menimba ilmu, Ki Buyut Banyubiru sudah memperbolehkan agar Rifa untuk belajar IPS di luar sekolah, akhirnya Rifa memilih untuk mengunjungi Sultan Demak.
Didalam perjalanannya menuju tempat Sultan Demak, Rifa banyak menghadapi binatang buas yang menghadangnya, salah satunya adalah menaklukan raja buaya dan gerombolannya.
Sesampai di desa Sultan Demak, kebetulan di desa tersebut sedang terjadinya banteng buas yang mengamuk dan memporak pondakan seisi desa, pada saat itu juga Rifa bertemu dengan Sultan Demak dan meminta izin untuk melawan banteng buas tersebut. Sultan Demak menyetujuinya. Akhirnya Rifa berhasil melawan banteng buas itu dengan sebuah pukulan ke kepala banteng, akhirnya banteng tersebut tersungkur mati.
penduduk di desa itu terkagum dengan aksinya Rifa yang telah menghadapi banteng buas dengan tegar dan mengalahkannya.
Berkat jasanya, Rifa kemudian diangkat Sultan Demak sebagai pempimpin laskar tamtama. .
(TAMAT)
ya itulah cerita ga jelas dari Rifa.
najis.
XP



Komentar :
Poskan Komentar