10 Oktober 2008

Festival Film Indonesia, The Event...


*Berikut ini adalah salah satu tulisan gue yang gue pindahin dari blog gue yang lama, yang udah nggak aktif lagi. Gw tulis pada bulan Desember 2007.



Festival Film Indonesia 2007 yang ditayangkan langsung oleh SCTV hari Jumat, 14 Desember 2007 ini dibuka oleh suguhan yang cukup jelek dari Slank featuring seorang cewek gak jelas. Kenapa jelek? Gw gak bilang band sebesar dan setenar Slank jelek *udah gila apa gw*, tapi sayang banget, saat band sekaliber mereka tampil membawakan lagu pandangan pertama, yang aslinya dinyanyikan Slank bersama Nirina Zubir, kali ini dibawakan Slank bersama seorang cewek sok genit dan gak jelas siapa dia, tapi tetep dengan suara Nirina Zubir, maksudnya memakai dubbingan lagu asli. Alhasil sungguh nggak enak untuk dipandang apalagi dinikmati. Cukup mengecewakan buat gw...

Penampilan selanjutnya ialah Juwita yang membawakan sebuah lagu tradisional. Gw suka lagunya, tapi sayang, seperti biasa Juwita membawakan lagunya dengan cengo seperti orang dungu, ditambah lipsing pula...

Kekecewaan gw bertambah besar tatkala MC membuka acara ini. Dari empat MC yang membawakan acara ini, dua cowo dan dua cewe, cuma satu yang gw tau, yaitu Raffi Ahmad. Ini sih mungkin emang karena gw udah jarang banget nonton infotainment, jadi nggak tau deh ada artis baru yang bernama Magenda, apa siapa gitu. Yang gw tau ada juga dosen gw, yang namanya Bpk. Burhan Magenda.


Tapi yang jelas, empat MC FFI tadi ternyata membuka acara dengan cukup mengecewakan. Dua microphone untuk empat MC...

Hmmmhh...

Alhasil ganti-gantian dan berebut-rebutan mic gitu deh..

Ditambah pula si cewe-cewe nya seperti ingin mendominasi, sehingga dua MC cowo nya hanya menjadi ‘hiasan’ panggung.

Makin mengecewakan ketika Bapak Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, tiba di tempat penyelenggaraan acara tersebut, tidak ada sama sekali kata-kata penyambutan dari MC. Mungkin mereka lupa kalau Bapak Jero Wacik itu Menbudpar, tapi yang sangat mungkin sih mereka nggak tahu kalau yang datang itu ialah seorang Menteri.

Akhirnya Titi DJ tampil...

Ia datang dan cukup menyelamatkan rangkaian pembukaan acara yang bobrok...

Tapi kemudian. .

Setelah itu. .

Kangen Band mencoba menghibur. Band yang baru saja dianugerahi penghargaan sebagai musisi dengan aksi panggung terburuk tahun 2007 versi majalah Hai ini membawakan sebuah lagu yang berjudul (apa ya gw nggak tau).

Walaupun oleh anak-anak Comdev (Community Development) gw pernah dimirip-miripin ama vokalisnya Kangen Band, tapi tetep aja, penampilan mereka bikin ni acara jatuh lagi di mata gw....

Baru deh, minat gw untuk melanjutkan menonton acara ini muncul kembali setelah gw tau kalo ternyata MC sebenarnya ialah Darius Sinathrya dan Nirina Zubir, 2 presenter kelas atas Indonesia...

Penghargaan demi penghargaan diberikan. Satu-persatu para peraih penghargaan naik ke atas panggung dan menerima penghargaan, sebagian diantaranya tanpa memberikan speech atau sepatah dua patah kata.

Penampilan demi penampilan disuguhkan. Beberapa artis turut mendukung kehancuran acara ini. Selain Kangen band dan Juwita, mereka adalah T2, ST12 dan Haikal. Tapi penampilan lainnya cukup membantu menaikan acara ini, seperti ADA Band, Mulan Kwok, Titi DJ, dan Melly Goeslaw. Tapi sayang beribu sayang, penampilannya hanya sekedar cuap bibir, alias lipsing.

Kekurangan-kekurangan yang ada semakin nyaris sempurna dengan permasalahan teknis...

Berkali-kali siaran terpotong-potong dan tersendat-sendat. Nontonnya jadi semakin capek...

Bukannya sok-sok mengeritik, tapi sebagai penonton dan konsumen, boleh dong sedikit memberikan tanggapan. Biar kedepannya acara-acara seperti ini bisa lebih baik lagi.

*Yeeee siapa gw... xp*

Walaupun masih banyak kekurangan, secara konsep sih gw suka. Festival ini mengangkat budaya Riau sebagai tema. Dan beberapa visualisasi dari tema tersebut membuat gw takjub.

Venue dan suasana penyelenggaraan juga jauh lebih baik daripada tahun kemarin. Kalo nggak salah, seinget gw waktu tahun 2006, FFI diselenggarakan ‘seadanya’ di studio Indosiar.

Selain penghargaannya, semoga aja konsep acara & penyelenggaraan FFI bisa bener-bener bakal jauh lebih baik lagi di tahun-tahun selanjutnya. Apalagi Festival ini merupakan festival yang resmi diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI serta diklaim sebagai penghargaan film paling bergengsi di Indonesia.



Komentar :

ada 0 komentar ke “Festival Film Indonesia, The Event...”

Poskan Komentar


guest book


MY FACEBOOK

Archive

Internet Sehat

 

© 2009 Powered by Blogger.

rifamulyawan online is powered by Rifa Mulyawan