Kak, apa yang bisa dilakuin sama anak muda saat rupiah anjlok gini?

Bersama teman-teman (sebaya) kelas XII IPS 1 SMAN 1 Tangerang Selatan "Kak, apa yang bisa dilakuin sama anak muda saat rupiah a...

Bersama teman-teman (sebaya) kelas XII IPS 1 SMAN 1 Tangerang Selatan



"Kak, apa yang bisa dilakuin sama anak muda saat rupiah anjlok gini?" 

Pertanyaan menggemparkan dari salah seorang anak SMA pada saya.

Mampus
Ga ngerti-ngerti amat sih, tapi malu lah kalau saya cuma jawab, "Ya pasrah aja".


Akhirnya, entah mendapat wangsit darimana tiba-tiba saya berbicara agak panjang, kira-kira seperti ini:

Pertama, tentu kita pakai produk dalam negeri, agar bisa kurangi impor. Karena kalau impor berkurang, permintaan akan dolar berkurang. Kita akan lebih butuh rupiah. Produk apa? Utamanya gadget dan elektronik karena kategori produk itu merupakan impor terbesar kedua dalam neraca perdagangan kita.

Jadi kalau bisa, kita pakai gadget brand lokal, yang pusat produksi dan distribusinya di Indonesia. Polytron misalnya.

Mau ganti hp kita jadi Polytron?
Kalau mau, bagus. Kalau belum mau, OK, masih ada cara lain. Ayo kita belajar tentang investasi agar kita bisa segera mulai investasi di pasar modal.

Kenapa? 
Investor pasar modal di Indonesia mayoritas adalah (orang) asing. Ketika perekonomian Amerika memburuk di tahun 2008, banyak investor asing datang ke Indonesia, investasi di pasar modal. Semakin besarlah presentase investor asing di bursa pasar modal tanah air hingga beberapa tahun terakhir ini mencapai lebih dari 63%.

Tahun 2015 ini, perekonomian Amerika tengah membaik, investor asing di Indonesia mulai "kabur" untuk kembali berinvestasi di Amerika. Mereka yang mau "balik" ke Amerika menjual rupiahnya untuk mendapatkan dollar. Akibatnya, permintaan akan dollar di dalam negeri sangat meningkat, dan dollar pun menjadi tambah kuat dibanding rupiah.

Coba bayangkan, kalau yang investasi di pasar modal itu hampir semuanya orang Indonesia sendiri? Bisa jadi kalau pun investor asing 'kabur', ya tidak begitu berpengaruh buat nilai rupiah kita. *Asal neraca perdagangan dan lain-lain yang ribet kalau dijelaskan, tetap stabil yah, hehe.

Sekarang, kita yang masih pada muda, yok mulai belajar berinvestasi di pasar modal. Siapa tahu, 10 tahun lagi, kita yang menguasai dan memiliki pasar modal kita sendiri. Rupiah pun perkasa (harusnya).

Atau... Kita juga bisa berinvestasi di obligasi pemerintah. Karena, dengan membeli obligasi pemerintah, berarti kita memberi utang pada negara yang uangnya digunakan untuk pembangunan. Kalau masih belom ngerti-ngerti amat dan ga mau ribet, tapi mau investasi, dengan uang yang gak besar dan bisa diperoleh dari menyisihkan uang jajan kita, kita bisa belajar investasi di reksa dana. Dengan berinvestasi di reksa dana, berarti kita berinvestasi di pasar modal (saham), obligasi, dan surat berharga lainnya, dikelola oleh profesional yang memang ahli di bidangnya.

Kalau mau pelajari lebih lanjut tentang investasi dan reksa dana, coba klik www.reksadanaku.com 

#saatnyainvestasi
#ujungujungnyajualansih
#jualanberbungkusedukasi
#yanamanyajugamarketing

You Might Also Like

0 komentar

Instagram Rifa