Gosip yang Beredar di Pangkalan Ojek Deket Kost-an

Beberapa hari terakhir, saya menghindari pangkalan ojek tempat tukang ojek yang pernah mengantar saya beberapa hari lalu. Saya pun memilih ...

Beberapa hari terakhir, saya menghindari pangkalan ojek tempat tukang ojek yang pernah mengantar saya beberapa hari lalu. Saya pun memilih jalan kaki ke kantor, melalui jalan yang tidak melewati pangkalan tersebut.

Namun, karena agak kesiangan, terpaksa hari ini saya naik ojek. Sambil berharap tidak ada Bapak tukang ojek yang beberapa hari lalu ingin menjodohkan saya dengan anaknya.

“Alhamdulillah, gak ada,” ucap saya dalam hati saat tiba di pangkalan tersebut.

“Yok, Mas, ke Tiong ya?” Tanya seorang tukang ojek yang ada di situ, sambil menghampiri saya dengan sepeda motornya.

“Hah, nggak kok, Pak. Saya ke ANZ, biasa, heheh,” jawab saya, setengah heran kok ni Bapak tidak tahu saya mau ke mana padahal saya cukup sering naik ojek dari pangkalan ini.

“Ooh, ya kirain kali aja mau ke tempat anaknya si Nugara, gituu”

“Hah?”

“Iya, situ mau dijadiin lakinya anaknya si Nugara kan? Yang biasa ngetem di sini juga…”

Kemudian seluruh bapak-bapak tukang ojek yang ada di pos pangkalan tersebut pun tertawa.

“Oh, yang ini tooh Masnya,” celetuk salah seorang di antara mereka, kembali disambut tawa.

Gila ya, gosip kencang ternyata tidak hanya ada di kalangan ibu-ibu PKK. Para tukang ojek ini pun ga mau kalah. Bapak-bapak tapi pada gosip banget. ๐Ÿ˜–๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Sambil ikut tertawa malu cengengesan -menampilkan wajah belom layak nikah-, saya pun naik ojek tadi dan berangkat pergi, diiringi teriakan salah seorang dari mereka. 
“Ditunggu undangannya loh, Mas!” serunya sambil mengacungkan jempol.

Sip deh, Pak. ๐Ÿ˜

You Might Also Like

0 komentar

Instagram Rifa