30 Januari 2011

Kredit Modal Kerja: Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Sebelumnya, saya menulis mengenai seberapa penting memanfaatkan fasilitas kredit modal kerja yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga keuangan, seperti bank maupun lembaga pembiayaan (leasing). Bank dan leasing, masing-masing memiliki plus dan minus dalam hal pembiayaan kredit modal kerja. Pada umumnya, jika meminjam ke leasing biasanya para pengusaha tidak memberikan agunan, prosedur tidak terlalu ketat dan lebih cepat untuk mendapatkan dana segar. Namun, bunga yang diberikan kepada Anda biasanya jauh lebih tinggi dibanding Anda mendapatkan kredit modal kerja dari bank. Biasanya lembaga pembiayaan seperti leasing menawarkan bunga 1,5-2% per bulan, artinya, 18-24% pertahun. Bahkan, ada beberapa leasing yang memberikan bunga hingga 3-4% perbulan, yang artinya 36-48% pertahun. Semakin mudah dan cepat mereka menawarkan dana segar, biasanya semakin tinggi pula bunga yang ditawarkan. Anda perlu memperhatikan baik-baik mengenai hal ini, apakah bunga sebesar itu akan memotong laba usaha terlalu banyak dan justru membuat Anda kurang bisa menikmati keuntungan usaha, atau malah tidak menjadi masalah sama sekali bagi Anda.

Jika Anda meminjam kredit modal kerja di bank, tentunya prosedur yang perlu dilalui tidak semudah dan tidak secepat meminjam di leasing. Bank sangat memegang prinsip KYC (Know Your Customer) untuk menghindari adanya praktek-praktek pelanggaran hukum seperti pencucian uang oleh nasabah mereka, dan juga prinsip kehati-hatian untuk menghindari kredit macet yang diakibatkan ketidakmampuan nasabah mereka dalam membayar bunga serta melunasi pinjamannya. Hal ini juga menyebabkan biasanya diperlukan agunan untuk meminjam kredit modal kerja di bank, kecuali bank yang menawarkan fasilitas seperti KTA (Kredit Tanpa Agunan). Kompensasi yang bisa kita dapatkan jika meminjam di bank (dengan agunan) antara lain penawaran bunga yang jauh lebih rendah ketimbang kita meminjam di leasing. Bunga yang ditawarkan bervariasi, berkisar 11-15 persen per tahun.

Para pengusaha yang tidak mau laba kotornya terpotong semakin banyak, tentunya akan lebih suka memiliki fasilitas kredit di bank daripada di lembaga leasing, tentunya jika mereka memiliki agunan yang cukup. Namun memiliki agunan bukan berarti otomatis langsung bisa mendapatkan pinjaman dari bank, karena bank tidaklah sama dengan pegadaian. Ada kemungkinan Anda tidak bisa mendapatkan pinjaman kredit modal kerja dari bank dikarenakan penilaian bank terhadap bisnis Anda. Berikut adalah beberapa pertimbangan bank yang perlu Anda perhatikan, agar mendapatkan pinjaman dari bank:

Tujuan Peminjaman Anda
Bank akan memperhatikan tujuan peminjaman usaha Anda, apakah untuk perputaran modal kerja ataukah untuk hal lainnya. Hal ini guna menghindari penyalahgunaan, yang dapat berbuah merugikan baik bagi bank maupun bagi nasabah sendiri, seperti pemakaian dana dana untuk usaha sampingan (usaha lain selain yang diberitahu ke petugas bank), usaha ilegal, ataupun bukan untuk modal kerja, seperti untuk investasi bangunan, pembelian mesin/berat dan sebagianya.

Track Record Anda di dunia Perbankan
Bank dapat mengecek track record nasabah dalam hal kredit di dunia perbankan/leasing, termasuk pemakaian kartu kredit. Bank akan berpikir ulang memberikan pinjaman bagi Anda yang selalu terlambat membayar pemakaian kartu kredit, terlebih jika Anda pernah mengalami kredit macet di bank lain. Jika anda pernah mengalaminya, yang perlu Anda lakukan adalah menjelaskan kepada petugas bank mengenai penyebab masalah tersebut dan tegaskan bahwa hal itu sudah selesai, dengan menunjukkan tanda bukti pembayaran.

Peningkatan Omset dibanding Tahun Sebelumnya
Jika Anda memiliki omset yang meningkat disbanding tahun sebelumnya, beritahukanlah hal ini kepada petugas bank. Ini akan menjadi poin plus dalam penilaian bank. Namun jika omset Anda tidak meningkat atau justru menurun, bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan pinjaman. Jelaskanlah kepada petugas bank mengenai penyebab turunnya omset Anda, Anda bisa menceritakan beberapa faktor seperti mengenai kenaikan harga bahan baku, dampak kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.

Reputasi Bisnis yang Baik
Jangan ragu untuk menceritakan mengenai pengalaman Anda dan keberhasilan Anda mengelola bisnis pada petugas bank. Hal ini cukup penting karena petugas bank juga menjadikan reputasi bisnis Anda sebagai pertimbangan dalam memberikan kredit. Petugas bank biasanya bertanya mengenai siapa saja supplier dan customer Anda. Selain untuk mengetahui apakah Anda memiliki supplier dan customer tetap, hal ini juga dimaksudkan untuk melakukan trade checking, yakni untuk bertanya kepada mereka mengenai kegiatan transaksi usaha dengan Anda, sehingga petugas nasabah dapat mengetahui apakah para supplier dan customer tersebut mengenal Anda sebagai pengusaha yang memiliki reputasi bisnis yang baik. Jadi jika petugas bank bertanya mengenai supplier dan customer Anda, berilah mereka data beberapa supplier dan customer tetap Anda yang sudah menjalin hubungan sejak lama dan sudah saling percaya, agar mereka bisa memberikan testimoni yang baik untuk Anda.

Mutasi Kredit yang Mencerminkan Omset
Jika Anda mengatakan omset Anda sebesar 500 juta Rupiah per bulan namun mutasi kredit pada rekening koran Anda hanya mencerminkan 100 juta rupiah saja setiap bulannya, maka petugas bank bisa jadi akan meragukan usaha atau malah kejujuran Anda (kecuali Anda memiliki alasan dan bukti yang kuat kalau customer Anda lebih banyak membayar menggunakan uang cash). Jadi sebaiknya, aktifkan mutasi kredit Anda, lakukan pembayaran melalui transfer/giro sehingga jumlah mutasi kredit per bulan di rekening koran Anda minimal mencerminkan 80% omset Anda per bulan.

Memiliki Dokumen Usaha yang Lengkap
Jangan lupa, lengkapi dokumen usaha Anda sebelum mengajukan permohonan kredit di bank. Dokumen usaha tersebut seperti akta CV/akta pendirian PT (kecuali jika usaha Anda berupa perusahaan perseorangan), NPWP, SIUP, dan TDP.

Jumlah permohonan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan
Ajukan permohonan dengan nilai yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda membutuhkan 1 miliar Rupiah, jangan mengajukan 1,5 miliar Rupiah, kecuali Anda memiliki alasan tersendiri, seperti untuk cadangan modal kerja. Beberapa bank bisa mempertimbangkan hal ini dengan syarat tertentu, misalnya dengan menunjukkan PO (Purchase Order) untuk setiap pencairan. Secara sederhana jumlah modal kerja yang Anda butuhkan dapat dihitung dengan rumus Persediaan + Piutang dagang – hutang dagang. Jika Anda memiliki persediaan sebesar 1 miliar rupiah dan piutang dagang sebesar 500 juta dan berhutang dagang sebesar 200 juta rupiah, berarti sederhananya jumlah kebutuhan modal kerja Anda ialah 1 miliar + 500 juta – 200 juta = 1,3 miliar Rupiah.

Sumber Pembayaran dan Kemampuan Membayar
Salah satu hal terpenting bagi bank adalah apakah Anda mampu membayar pinjaman beserta bunganya. Bank memiliki metode tersendiri untuk menghitung tingkat kemampuan membayar Anda. Pada intinya, jika fasilitas yang Anda ajukan berupa overdraft financing/rekening koran, semakin besar laba operasional yang Anda peroleh tiap bulannya dibanding bunga yang harus Anda bayar, semakin baik pula penilaian bank terhadap tingkat kemampuan membayar Anda. Begitu pula jika fasilitas yang Anda ajukan berupa angsuran, penilaian bank terhadap tingkat kemampuan membayar Anda semakin baik jika semakin besar laba operasional yang Anda peroleh tiap bulannya dibandingkan pokok angsuran + bunga yang harus Anda bayar.

Nilai Agunan Anda
Bank akan memperhatikan agunan Anda. Upayakan agar jumlah pinjaman yang Anda ajukan tidak melampaui nilai agunan Anda. Namun sekali lagi, bagi beberapa bank agunan bukanlah pertimbangan utama, yang utama tetap pada penilaian terhadap bisnis Anda.

Jika Anda sudah yakin untuk meminjam kredit modal kerja di bank, ajukan permohonan Anda dan ceritakanlah kepada petugas bank mengenai tujuan peminjaman Anda secara jelas dan meyakinkan. Para petugas (account officer/relationship officer/relationship manager) di beberapa bank bahkan siap menjadi ‘konsultan’ Anda yang tidak hanya menawarkan kredit di banknya, namun juga menggali kebutuhan Anda agar fasilitas kredit yang diberikan sesuai dengan yang Anda perlukan. Jadi, selamat mencoba! Semoga bisnis Anda terus berkembang dan semakin maju.


Salam,

Rifa Mulyawan
Business Development Relationship Officer
Bank UOB Buana

Mobile : 085693336266
Telp : (021) 5580470 / (021) 5580471
Fax : (021) 5580457
Email : rifamulyawan@uob.co.id
rifamulyawan@yahoo.com

Kredit Modal Kerja: Seberapa Penting?

Hans, seorang pengusaha aksesoris pakaian, kini tengah berpikir untuk menambah barang-barang persediaan (stock) dagangannya. Menurut Hans, keberhasilan usaha yang digelutinya ini memang tak luput dari kelengkapan ketersediaan stock. Namun sayangnya, Hans tidak memiliki cukup modal untuk menambah persediaan barang. Berbeda dengan Hans, Aryo -seorang pengusaha perdagangan sarang wallet-, saat ini sedang mempertimbangkan untuk memberi tempo hutang yang lebih lama kepada para customer-nya, agar mereka tidak beralih ke supplier lain yang memberikan tempo berhutang lebih lama, dan jika memungkinkan, agar mendapatkan customer baru yang tertarik dengan penawaran mengenai tempo berhutang tersebut. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Aryo memiliki masalah yang sama dengan Hans, yakni modal. Terlebih, Aryo tidak bisa berhutang kepada para supplier-nya karena para supplier Aryo ialah para petani walet di luar kota yang menginginkan pembayaran dilakukan secara tunai. Permasalahan modal memang kerap kali membuat pengusaha seperti Aryo tidak cukup untuk meng-cover piutangnya. Tampaknya, permasalahan yang dihadapi oleh Hans maupun Aryo ini juga banyak dihadapi oleh banyak pengusaha lainnya di Indonesia. Salah satu hal yang bisa menjadi solusi dari permasalahan tersebut tentunya adalah fasilitas kredit modal kerja yang ditawarkan oleh Bank maupun lembaga keuangan/pembiayaan lainnya, seperti leasing.

Mengapa perlu meminjam modal kerja?
Seperti ilustrasi di atas, banyak pengusaha yang ingin menambah barang persediaannya ataupun memberikan piutang kepada para customernya, namun hal tersebut sering terhambat oleh ketersediaan modal. Di sinilah peran kredit modal kerja sebagai solusi masalah persediaan (pembelian ataupun pembuatan stock barang) maupun masalah piutang. Sebuah industri barang jadi misalnya, akan melewati proses produksi, penyimpanan, dan penjualan. Selama proses produksi dan penyimpanan tersebut, tentunya perusahaan memerlukan dana untuk perputaran usaha, namun belum mendapatkan dana tersebut karena barang-barangnya belum terjual. Di sinilah saat-saat pengusaha membutuhkan dana, yang salah satunya bisa didapatkan melalui fasilitas Kredit Modal Kerja di bank atau leasing.

Kapan para pengusaha membutuhkan Kredit modal kerja?
Dalam bukunya yang berjudul Change, Rhenald Kasali mengemukakan bahwa saat yang tepat untuk berubah menjadi lebih maju ialah justru ketika kita sedang berada di atas, saat sedang tumbuh/berada pada kondisi yang baik. Bertindak untuk lebih maju di saat kita sedang tumbuh akan berbuah optimal dan menjadikan usaha yang kita geluti semakin maju. Artinya, jika usaha Anda sedang berkembang, itulah waktu yang tepat untuk terus mengepakan sayap bisnis Anda dengan berupaya terus memenuhi kebutuhan customer akan persediaan barang atau kelenggangan bagi mereka untuk membayar. Lalu bagaimana dengan pengusaha yang usahanya belum berkembang (masih stagnan)? Jika yang sudah berkembang saja berubah agar menjadi lebih maju dan lebih baik, sudah semestinya bagi yang usahanya dirasa belum mengalami kemajuan yang berarti untuk lebih berani dan berubah. Mulai bertindak untuk mengembangkan usaha Anda sekarang, tidak perlu menunggu mendapatkan laba banyak terlebih dahulu baru kemudian melengkapi ketersediaan barang modal atau melakukan ekspansi, karena kita tidak tahu kapan itu akan terjadi dan belum lagi harga bahan baku/barang modal yang akan naik. Semakin berbahaya jika ditambah faktor perusahaan lain yang sudah semakin mendahului Anda dan banyak customer Anda yang beralih ke supplier lain, dan Anda masih belum berubah juga. Tentunya Anda tidak ingin hal itu terjadi, kan? Jika ada lembaga keuangan seperti bank/leasing yang bisa memberikan pinjaman kepada Anda untuk mengembangkan usaha Anda, mengapa perlu menunggu sekian tahun lagi untuk melakukannya? Jadi tidak perlu menunggu, sekarang lah saat yang tepat untuk mengembangkan usaha Anda.


Salam,

Rifa Mulyawan
Business Development Relationship Officer
Bank UOB Buana


Mobile : 085693336266
Telp : (021) 5580470 / (021) 5580471
Fax : (021) 5580457
Email : rifamulyawan@uob.co.id
rifamulyawan@yahoo.com

09 Januari 2011

RODP Batch 7 UOB Buana: Para Calon Superbanker yang Tidak Hanya Super dan Bukan Sekedar Banker

9 Agustus 2010, saya bergabung menjadi bagian dari sebuah bank yang kelak akan menjadi salah satu bank utama di Indonesia, UOB Buana. Sebagai subsidiary dari salah satu bank dengan jaringan terbesar di Asia Pasifik -UOB Group-, Bank UOB Buana tentunya bangga memiliki saya. Eh salah, terbalik. Saya tentunya bangga bisa bergabung sebagai pemilik saham pegawai di dalamnya.

Tetapi, ternyata kebanggan saya tersebut hanya bertahan beberapa bulan, eh, beberapa minggu saja. Kebanggaan saya tersebut dikalahkan oleh ketakutan dan kepanikan saya, setelah melihat makhluk-makhluk asing yang bernama fact sheet, nilai penyusutan, asset turn over, flat-tiering, dan istilah-istilah lainnya yang baru pertama kali saya dengar sampai merasuki saya hingga ke dalam mimpi. Bayangkan, saya pernah mimpi sedang kencan dengan (mantan) teman wanita saya, namun di tengah perbincangan yang ber-setting di kursi taman tersebut (*standar) tiba-tiba dia bertanya, "Yang, kalau di UOB bunga tabungannya flat atau tiering?"

Pada intinya, berbagai pelajaran yang saya benci, hina, ejek, caci maki dan sumpah serapahi sejak SMA berbalik 180 derajat menjadi harus saya sukai, cintai, kuasai, impikan dan dambakan. Tentunya itu proses yang tidak mudah. Akibat berusaha menyerap pelajaran tersebut, saya menjadi depresi dan kerap murung, menyendiri, stres sendiri, dan kadang terpikir untuk bunuh diri dengan cara meminum obat nyamuk Hit yang beraroma orange. Namun, saya membatalkan niat tersebut karena saya tak suka rasa jeruk. Saya mencoba mencari-cari Hit Rasa Apel atau Strawberry, ternyata belum ada di pasaran. Jadi, saya tiba-tiba mengurungkan niat saya untuk bunuh diri.

Saat itu, saya rindu sekali dengan pelajaran kuliah saya, ilmu yang paling menarik di dunia, ilmu politik (nggak juga sih sebenernya, saya juga jaman kuliah lebih sering nggak ngerti apa yang sedang dibahas). Tapi yang jelas, saya begitu rindu dengan kondisi kuliah, ketika bebas-bebasnya bermain, tanpa tekanan mempelajari ilmu yang tidak kita sukai, bebas-bebasnya bergaya, serta saat-saat diantar dan ditunggui ibu di kampus. Dan tentunya, saat itu saya masih imut-imut.

Bagaimanapun, saya harus bangkit. Saya harus menerima konsekuensi dari pilihan saya sendiri untuk memulai karir di bidang yang belum pernah saya pelajari sebelumnya. Perlahan, saya mencoba untuk menerima kenyataan bahwa saya bekerja di sebuah bank yang memang lebih banyak menggunakan ilmu akuntansi dan ekonomi ketimbang ilmu yang saya kuasai, yaitu ilmu fisika dan kimia (*eh).

Selain datang dari diri sendiri, motivasi juga datang dari rekan-rekan sekantor saya di RODP Batch 7. Merekalah orang-orang hebat yang telah menjadi inspirasi bagi saya untuk melawan pikiran-pikiran negatif yang terbesit di otak saya. Merekalah yang menjadi inspirator sekaligus motivator bagi saya. Siapa sajakah mereka? Inilah para calon superbanker tersebut: (Jadi sebenarnya tulisan yang awalnya dipenuhi dengan basa-basi dan ngalor-ngidul kesana-kemari ini, ujung-ujungnya intinya pengen memperkenalkan orang-orang ini):






Adrian Hermansyah
Di balik penampilan anak baiknya, Adri –nama panggilan Adrian- menyimpan sejuta misteri. Pria yang juga seorang peneliti sosiologi ini dapat mengeluarkan ejekan-ejekan yang dapat membuat Anda tertawa. Tetapi jangan tersenyum-senyum dulu, kalau Anda yang menjadi target ejekannya, bersiaplah, bisa-bisa Anda tidak ingin lagi mengenalnya. Selamanya.



Allan Stive Angdi
‘Allan baik’ itulah nama panggilan untuk Allan Stive dari Pak Wakky. Tak heran memang, karena dari jarak 10 meter pun kita sudah bisa mengira bahwa dirinya adalah seorang anak baik yang terlahir baik dari ayah baik dan ibu baik serta memiliki kakak dan adik yang baik-baik pula. Pantaslah ia menjadi siswa RODP batch 7 yang terbaik.




Andyka Felani
Apakah Anda ingin tahu sosok finalis L-Men of the year 2012? Temuilah Andyka Felani. Pria bertubuh kekar berwajah manja ini (loh?) memang menggemari fitness. Mau makan inget fitness, mau tidur inget fitness, mau pergi inget fitness, mau semua-muanya pokoknya inget fitness.




Andre Setyabudi
“Jembret!” satu kata khas dari pria humoris ini. Ahli IT saingan Roy Sukro yang memiliki sifat ramah dan hangat ini dapat berubah seketika menjadi garang jika Anda membangunkan tidurnya di waktu yang tidak semestinya. Oleh karena itu jangan macam-macam dengan pecinta gadget yang satu ini atau Anda akan kena “Jembret!”




Angelia Evani
Eva, begitu wanita cantik ini biasa dipanggil. Cici geulis asal bandung ini teh sangat ramah dan murah senyum. Setelah lulus dari kuliahnya tahun lalu, Epa (nama panggilannya daam bahasa sunda) telah berfengalaman menjadi seorang Relationshif oppicer di salah satu bank (yang juga merupakan hasil akuisisi bank local oleh salah satu bank dari singapura) yang tidak boleh disebutkan disini namanya yaitu OCBC NISP.




Anggi Baginda
Wisata kuliner, itulah hobi dari seorang pria ramah ini. Tempat makan pempek, baso, nasi goreng, sate, Kue ape, gulali, masakan padang, cotto makasar, atau apapun yang enak di seluruh jabodetabek, pasti ia tahu. Bukan tidak mungkin ia sebenarnya pun tahu dimana tempat makan daging orang yang enak. Selain wisata kuliner, Anggi juga senang bergaul di dunia maya, dunia nyata, maupun dunia akhirat. Ia sangat aktif berkicau di twitter dan menjadi tweeps yang paling sering ngetweet se-Jakarta Barat.




Askar
Kriuk kriuk. Itulah suara saat kita mengunyah Ayam Goreng KFC yang terkenal crispy itu. Rasakanlah sensasi yang sama di kelas RODP saat Anda mendengarkan lawakan-lawakan yang dilontarkan oleh Bung Askar. Di samping sering menggelontarkan lawakan saat hari masih pagi, pria mirip Obama yang dikenal juga dengan Djayusman ini kerap kali mengeluarkan gombalan mautnya yang cukup membuat orang-orang di sekitarnya berekspresi seperti ini -___-“ atau <_<>




Citra Oktavia Hutabarat
Wanita yang mengaku memiliki kemiripan wajah dengan Luna Maya ini memiliki nama artis Citra Faradila. Ia memiliki hubungan emosional yang erat dengan Departemen Perhubungan. Bukan, bukan karena mirip angkutan kota, tetapi karena hampir setiap pagi ia pergi bekerja dengan menumpang bus Departemen Perhubungan. Sebelum bergabung dengan Bank UOB Buana, dirinya adalah seorang marketer sebuah perusahaan asuransi. Di samping itu, Citra yang bercita-cita (baca: ngarep) menjadi istri Won Bin ini juga telah sering menjadi penyanyi dalam acara pernikahan serta MC berbagai macam acara. Ke depannya, ia juga berminat untuk mengepakkan sayapnya di dunia model, khususnya model untuk pakaian ibu hamil.




Evie Tungerapan
Saudara kembar dari marissa, kemana-mana selalu berdua. Bahkan Pak Tedy pun pernah memanggilnya ‘Marissa’. Wanita murah senyum ini tampak selalu ceria, ekspresif, dan pastinya, rajin BBM-an saat trainer sedang mengajar.




Marissa
Saudara kembar dari Evie, kemana-mana selalu berdua. Bahkan Pak Tedy pun pernah memanggilnya ‘Evie’. Jangan tertipu dari perawakan luarnya. Hati-hati, wanita yang terlihat jarang keluar ini, ternyata adalah anak yang liar. Kadang-kadang ia juga gila. Gila beneran.




Farizha Dimar
Ingat Bunda Theresa? Anda akan menemukan gambaran yang sama saat bertemu dengan Chacha. Bukan, bukan karena cacha keturunan India apalagi suka menari di balik pohon, tetapi karena sifat baik dan perhatiannya yang membuatnya demikian. Butiran kacang berlapis coklat yang lezat ini dapat dimakan kapan saja menemani hari-hari Anda (loh?). Ia kini sedang mencari seorang pria yang dewasa dan sangat setia serta tidak terpikir untuk poligami. Chaca memiliki kulit putih, rambut panjang, lembut, halus, dan perhatian. Mencari pria berkulit putih, dewasa, setia, dan mampu membuatnya melayang. Klik www.kontakjodoh.com untuk info lebih lanjut.




Firda Aloysia
Juragan Pempek asal Palembang pemilik rambut ala gadis Sunsilk ini adalah seorang wanita yang suka dipeluk dan memeluk. Hal ini terlihat dari aktifitas sehari-hari yang biasa ia lakukan bersama Norman. Sekali lagi, itu yang terlihat.




Joko Wiyanto
Tinggi besar dan aktif di kelas, itulah sosok Joko Wiyanto. Pria yang gemar bermain basket ini tidak hanya aktif bertanya, tetapi juga aktif menelepon yayangnya. Berkali-kali ia terlihat sedang melakukan teleponan dengan kekasih hatinya di Samarinda sana, dan juga yang di Jakarta, dan juga yang di Makassar, dan ada juga yang di bekasi, Medan, Lampung, Surabaya, Jogja, Batam, Semarang, dll (ini tempat pacar-pacarnya Joko apa lokasi cabang Bank UOB Buana sih?)




Mica
Seorang gadis yang lugu, lucu, cantik, polos, baik, ramah, dan innocent. Itulah gambaran dari seorang mica… 15 tahun yang lalu. Seorang wanita anggun yang pernah diproyeksikan menjadi suster yang mengabdi di gereja tapi tak sesuai harapan ini memiliki keinginan yang kuat untuk maju. Ketawanya yang menggelegar membuatnya dikenal sebagai seorang yang mampu meramaikan suasana (maksudnya membuat berisik).




Mike
WHAAAAAT? FFFF*CKKK! Itulah penggalan kata yang amat sangat familiar dan tenar di kalangan RODP Batch 7. 2 kata yang diucapkan dengan nada meninggi tersebut pertama kali dipopulerkan oleh Mike, seorang pria gaya masa kini yang sayangnya tinggal di kota bekasi (kompetitor abadi Kota Tangerang).




Norman Wongso
Tenang-tenang menenggelamkan, itulah Norman Wongso. Pria pintar (yaiyalah lulusan australi gitu) dengan perilaku di awal tenang tetapi melakukan gebrakan luar biasa, dengan menjadi orang pertama yang mendapatkan pasangan di RODP 7. Ia mendapatkannya dalam waktu yang cukup singkat dari pertemuan pertama, kurang dari satu bulan saja saudara-saudara. Luar biasa.




Nur Astri Sari
453 itulah 3 angka yang dapat menuliskan namanya. Ya agak alay sih tulisannya, tapi yaudahlah ya (peace! :D). Wanita bercalon suamikan pemain band ini adalah anak RODP 7 yang termuda. Walau menjadi yang termuda, namun ia dapat dikatakan sebagai salah seorang yang menjadi panutan belajar di kelas. penampilannya yang selalu anggun (beauty), kemampuannya menguasai akuntansi dan mata pelajaran apapun yang diajarkan di kelas (brain), serta perilakunya yang santun (behavior) sudah selayaknya menobatkan dirinya sebagai Miss Banjarmasin.




Rian Dinata
Satu lagi seorang yang telah merasakan asam pahitnya dunia. Sempat menjadi supervisor di salah satu bank, pria metroseksual dan mengaku rada sensual (hueeeekkk #muntah) ini akhirnya berlabuh di Bank UOB Buana. Sejuta pengalaman membuatnya mudah berbicara kepada orang lain, tetapi sulit berhenti bicaranya. Pria ini termasuk pria yang royal. Tinggikanlah hatinya, pujilah dirinya, panggil ia bos, dan Anda akan ditraktir makan atau dibayari taksi olehnya.




Rifa Mulyawan
Pria yang mengaku biasa-biasa saja padahal imut ini kerap memilih image tenang di lingkungan barunya. Karena biar keliatan rada cool-cool keparat gimaanaaa gitu, walau jatohnya malah kayak orang linglung bingung tanpa tujuan hidup, tapi tetep keliatan ganteng sih. Remaja yang suka memakan Panadol Cold & Flu supaya mukanya mirip Afgan ini sangat senang ketika mendapat doorprize sebuah sepeda waktu acara Outbound RODP 7 UOB Buana. Namun tanpa disadarinya, sepertinya sepeda itu kurang berguna buat dirinya saat ini. Oleh karena itu ia berminat menjualnya. Ada yang mau? 750 ribu Rupiah saja. Call/SMS di 085693336266. Bonus satu buah kulkas dua pintu kartu anggota Rifalovers. Cepat, persediaan sangat terbatas.




Ronaldi Lambert
“Di bank saya yang dulu….” Itu adalah salah satu kata-kata paling fenomenal dari Aldi. Ya, Ia memang memiliki banyak sekali pengalaman kerja di dunia perbankan. Hal tersebut menjadikannya kerap berbagi berbagai pengalamannya di dunia perbankan kepada rekan-rekannya di RODP. Aldi juga dikenal sebagai salah seorang yang paling gaya di RODP Batch 7 Bank UOB Buana. Dapat dikatakan, Aldi adalah orang paling gaya urutan ke 24. Bersiaplah untuk terpesona saat ia mengenakan kerah V-Necknya dan kalung andalannya.




Stewart Alan Hartana
Kalau ada pria yang memenuhi kriteria paket lengkap, itulah Stewart Alan Hartana. Pria muda yang enerjik ini memiliki wajah yang tampan, pintar, fashionable, kerap mencairkan suasana, baik serta rendah hati. Bagi Kamu para lelaki yang sedang mencari pasangan ideal, silahkan hubungi Stewart.




Wilson
Pria dengan wajah aktor oriental ini adalah cerminan pemuda yang akan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, dengan siraman rohani yang bisa dilakukannya tidak hanya bilingual seperti di TV, tetapi dengan 4 bahasa (Indonesia, Inggris, Mandarin, Makassar). Kepiawaiannya bermain tenis meja-basket-sepakbola juga menjadi poin plus baginya sebagai pendeta yang merangkap sebagai RO sekaligus atlet.




Yanto
Berpengalaman sebagai salesman produk makanan selama beberapa tahun membuatnya gemar mencoba makanan-makanan baru, salah satunya dengan mencoba daging Anggi, eh, daging Rusa. Pria murah senyum, murah tawa, dan murah tarifnya yang kerap memilih naik taksi ketimbang jalan kaki ini telah terpengaruh oleh Citra Faradila untuk turut mempopulerkan kata ‘Cyiiiiiiiin’.




Yu Kwie
Koh Yu Kwie, sosok pemuda penuh semangat yang sesekali dapat berubah menjadi sosok ngkoh pedagang beras beromset miliaran. Beberapa kali mencoba menghidupkan suasana dimanapun ia berada, karena dirinya memang termasuk pasukan anti mati gaya. Ia memiliki ribuan stok tebak-tebakan mulai dari bagaimana cara masukkan gajah ke dalam kulkas, bagaimana cara masukan jerapa ke dalam kulkas, siapa hewan yang tidak ikut rapat hingga bagaimana cara musafir menyebrangi sungai temat tinggal buaya. Ia juga memiliki aneka games yang dapat mencerhkan hari-hari Anda. Pantas saja Marissa pun agaknya sedang terpincut dengannya. #eh


Demikianlah gambaran amat sangat singkat mengenai para trainee RODP Batch 7. Kini, kami tidak lagi saling bertemu, karena kami ditempatkan di daerah yang berbeda-beda, mulai dari di Jakarta Raya, Bandung, Yogyakarta, Tegal, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, hingga Makassar, sesuai dengan lokasi rumah kami. Kami tidak tahu apakah akan kembali bertemu lagi atau justru perpisahan kami di penghujung Bulan Desember lalu adalah pertemuan kami yang terakhir.

Kepada teman-teman RODP Batch 7, saya hanya ingin mengucapkan selamat berjuang, semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti, ketika kita sudah menjadi seseorang yang amat membanggakan untuk diri, keluarga, serta lingkungan sekitar kita. Ketika kita sudah sukses, dan mampu menyukseskan orang lain. Selamat menjalani hidup, sukses untuk kita semua dan semoga kita bahagia selamanya. Ingat kata Pak Wakky, The Best Marketer is The Happy Customer (*nggak nyambung). Sampai Jumpa!

02 Januari 2011

Blog yang Terlantar dan Masa Depannya

“Kemarin-kemarin perasaan dia rajin salat, tapi sekarang kok beda ya?”

Pernahkah Anda menemui orang-orang semacam itu? Atau jangan-jangan, Anda sendiri begitu?

Jika ya, Anda tidak sendiri. Ada kalanya seseorang menjadi rajin, namun ada juga masanya ia menjadi seorang yang amat pemalas. Di satu waktu seseorang bisa menjadi sangat rajin menabung, namun di waktu lainnya ia tiba-tiba berubah menjadi seorang yang lebih boros daripada anggota DPR yang ke Afrika Selatan untuk melihat seragam pramuka di sana. Ya, rasanya banyak orang yang mengalami seperti ini, yang kadang tiba-tiba menjadi tidak konsisten atas suatu hal. Termasuk saya. Kadang saya memang berusaha untuk menjalankan salat lima waktu yang berhukum wajib itu, namun ada kalanya saya pernah satu hari tidak menjalankan salat sama sekali. Ah, sudahlah, saya tidak sedang ingin membahas itu. Setiap mengingat-ingat hal itu, saya merasa sangat bersalah (waktu menulis ini sedang berada di masa rajin salat).

Dahulu, saya begitu menggebu-gebu untuk menulis, sampai-sampai kerap bersemangat untuk ikuti berbagai perlombaan –walau hampir selalu tidak jadi ikut, atau kalau jadi ikut pun ya tidak pernah menang. Semangat saya untuk menulis itu kian mengendur, hingga mungkin dapat dikatakan hampir musnah. Tahun 2010, dapat dilihat, tidak ada satu pun tulisan yang saya luncurkan di blog ini. Mengapa demikian? Kok bisa? Entahlah, yang jelas, saya memang merasakan tiada gairah untuk menulis di tahun itu, kecuali menulis skripsi –itu pun dengan tanpa gairah sebenarnya. Tapi, di tahun 2011 ini, saya bertekad untuk kembali menulis, apapun yang ingin saya tulis. Entah menulis opini, pengalaman, kutipan-kutipan inspiratif, cukilan buku, ataupun sekedar menulis tentang mengapa saya dilahirkan tampan. Eh maaf, maksudnya sekedar menulis apapun tentang diri saya. Saya menyadari mungkin semangat saya menulis sekarang ini paling lama juga bertahan 3 bulan, itu juga sudah bagus. Tapi, setidaknya, saya sudah berusaha untuk mulai kembali. Semoga bertahan lama.

 

© 2009 Powered by Blogger.

rifamulyawan online is powered by Rifa Mulyawan