Menjadi Kaya dengan Amplop Ajaib

Review Buku Judul : MBA Manajemen By Amplop: Mau Kaya Kok Bingung? Penulis : Aidil Akbar Penerbit : Rabka Publisher Tebal : 105 + x ha...


Review Buku
Judul : MBA Manajemen By Amplop: Mau Kaya Kok Bingung?
Penulis : Aidil Akbar
Penerbit : Rabka Publisher
Tebal : 105 + x halaman
Cetakan kedua, April 2009




Sepulang sekolah, Nobita berlari sambil menangis menuju rumah, membuka pintu kamar, dan kemudian menemui Doraemon, lantas merengek di hadapannya. Seperti biasa, ia meminta agar Doraemon mengeluarkan alat ajaib yang dapat memenuhi keinginan Nobita saat itu. Anda tentu sudah hapal dengan penggalan cerita di kartun Doraemon ini. Nobita yang selalu tertindas kerap meminta apapun dari Doraemon agar ia bisa mewujudkan impian sesaatnya kala itu. Namun, seringkali Doraemon pun tidak mengeluarkan alat yang langsung secara instan dapat mengabulkan permintaan Nobita, melainkan dibutuhkan usaha-usaha dari Nobita sendiri, sehingga alat yang dikeluarkan oleh Doraemon pun hanya berfungsi sebagai pembantu saja, yang tak jarang justru tidak berfungsi apa-apa ketika Nobita melanggar aturan atau tidak disiplin dalam menggunakan alat ajaib tersebut.

Aidil Akbar, seorang wealth planner yang menjadi ketua IARFC (International Association of Registered Financial Consulting)-Indonesia, melakukan hal yang mirip dengan apa yang dilakukan oleh Doraemon: mengeluarkan sebuah alat ajaib yang dapat membuat orang-orang mewujudkan impiannya. Aidil Akbar memang tidak mempunyai kantong ajaib layaknya Doraemon, tidak pula mengeluarkan alat yang serba instan dan langsung dapat memenuhi keinginan orang banyak, namun ia mengajarkan pada kita semua bahwa untuk menjadi kaya bisa dibantu oleh sebuah alat sederhana: amplop.

Amplop ajaib? Bukan, nama sebenarnya bukan amplop ajaib, tetapi MBA, alias Manajemen By Amplop. Manajemen By Amplop adalah metode yang dicetuskan oleh Aidil Akbar dalam bukunya yang berjudul MBA Manajemen By Amplop: Mau Kaya Kok Bingung?. Metode ini cukup sederhana. Pada intinya, kita harus melakukan penempatan uang kita pada pos-pos tertentu dalam amplop-amplop yang berbeda. Jika membeli MBA Manajemen By Amplop: Mau Kaya Kok Bingung karya Aidil Akbar ini, kita akan mendapatkan bonus sepaket amplop MBA, yang terdiri dari tiga buah amplop yang memiliki warna berbeda dan terdapat sekat-sekat di dalamnya, yang juga berbeda-beda tulisannya. Nah, sederhananya, ketiga amplop tersebut adalah tempat kita menyimpan uang berdasarkan fungsi atau kebutuhan sesuai tujuannya.



Amplop pertama ialah amplop berwarna merah yang digunakan sabagai amplop untuk menyimpan dana khusus guna investasi. Dalam amplop ini terdiri dari lima sekat: sekat untuk Investasi Dana Pendidikan Anak, Investasi Dana Pensiun, Investasi Dana Pembelian Aset, serta dua sekat Investasi untuk keperluan lain-lain. Tentunya bukan berarti kita harus menyimpan dana investasi kita di amplop ini, karena kalau demikian jadinya bukan berinvestasi, tetapi hanya menyimpan. Yang perlu kita lakukan adalah menyimpan dana dari penghasilan yang kita terima di amplop merah ini sementara sebelum kita menyetorkannya pada manajer investasi. Amplop kedua, ialah amplop berwarna kuning yang ditujukan untuk pos pengeluaran tahunan. Di dalam amplop ini terdapa 5 sekat: Tabungan Dana Darurat, Tabungan Premi Asuransi, Tabungan Pajak Bumi dan Bangunan, Tabungan Pembayaran STNK, serta Tabungan untuk keperluan lain-lain. Terakhir, amplop ketiga, ialah amplop berwarna hijau yang berfungsi sebagai penyimpan dana untuk alokasi pengeluaran bulanan, yang di dalamnya terdiri dari 5 sekat: pengeluaran makan-minum harian, pengeluaran rumah, pengeluaran transportasi, pengeluaran entertainment, serta pengeluaran untuk kepeluan lain-lain.

Di dalam buku MBA Manajemen By Amplop: Mau Kaya Kok Bingung? ini, Aidil menjelaskan mengenai cara-cara pemanfaatan ketiga amplop tersebut serta aturan-aturan dalam menggunakannya. Salah satu poin penting dalam menggunakan amplop ini ialah setelah kita menerima penghasilan, kita harus terlebih dahulu memasukkan sebagian dana tersebut ke amplop merah (investasi), kemudian sebagian lagi di amplop kuning (pengeluaran tahunan/tabungan), dan terakhir sisanya baru dimasukkan ke dalam amplop hijau (pengeluaran bulanan). Sekali lagi, ini hanyalah sebuah alat, metode yang dapat membantu kita merencanakan keuangan dan mewujudkan keinginan, namun bukan berarti dapat membuat kita akan dengan mudah secara instan menjadi kaya. Tanpa kedisiplinan dalam menggunakan alat ini, tentunya amplop ini hanya akan menjadi amplop biasa saja.




Di dalam buku MBA Manajemen By Amplop: Mau Kaya Kok Bingung? ini Aidil tidak hanya menjelaskan tentang metode Manajemen By Amplop, namun juga mencoba memberikan pencerahan kepada para pembacanya mengenai perencanaan keuangan dan pengelolaan kekayaan secara umum, perencanaan hutang, alur dana dan asset, proteksi, perencanaan keuangan untuk dana pendidikan anak, perencanaan dana pensiun, serta mengenai profil resiko dan resiko investasi . Dalam tiap bab terdapat satu sampai empat surat pembaca mengenai permasalahan keuangan yang pernah dimuat di berbagai media, yang kasusnya tak jarang juga dialami oleh orang banyak. Namun, menurut saya penempatan surat pembaca di tiap akhir tulisan yang tidak berhubungan dengan tulisan itu sendiri membuat saya bingung membacanya. Sepertinya akan lebih enak dibaca jika surat pembaca yang dilampirkan di tiap akhir tulisan memiliki kesinambungan dengan apa yang baru saja dibahas.

Saat membaca buku ini, saya juga sebenarnya merasa terganggu dengan layout di dalam buku. Margin yang terlalu sempit, spasi yang terlalu rapat, serta font yang kurang besar membuat saya seperti melihat buku teks kuliah versi kecil-tipis, yang mengakibatkan saya kurang merasa nyaman saat membacanya. Tentunya kelemahan yang ada pada tata letak tulisan dalam buku ini bukan berarti menjadi penghalang bagi saya untuk melahap halaman demi halaman di dalamnya. Isi yang sangat bermanfaat (dan seketika membuat saya ingin merencanakan keuangan) membuat saya terus ingin menelanjangi lembar per lembarnya. Terlebih, tak jarang dalam tulisannya ini sang penulis mengeluarkan kata-kata, kalimat serta celetukan gurauan kocak yang cukup membuat tersenyum, walau terkadang membuat saya berekpresi seperti ini -____-“.

Masih ingat cerita tentang Doraemon di awal tadi? Nah, jika sewaktu-waktu Nobita merengek kepada Doraemon dan meminta alat untuk kaya, apa kira-kira alat itu? Mungkin Doraemon bingung apa yang harus ia keluarkan dari kantong ajaibnya. Mungkin juga ia bisa saja mengeluarkan suatu alat instan yang seketika dapat membuat Nobita kaya mendadak. Sayangnya, itu hanya ada di dalam cerita. Untuk kita, yang ada dalam dunia nyata ini, kita tak perlu iri pada Nobita. Ada seorang Aidil Akbar yang telah berbagi alat ajaibnya untuk membantu kita menuju kaya: Manajemen By Amplop, atau kalau boleh diversikan Doraemonnya, mungkin menjadi Amplop Ajaib. Jadi, mau kaya kok bingung?

You Might Also Like

9 komentar

  1. postingan nya bagus dan bermanfaat

    makasih

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, saya memang lagi butuh yang seperti ini. Akan segera saya cari bukunya di Gramedia.

    ReplyDelete
  3. trima kasih,ntar ana coba cari di toko buku

    ReplyDelete
  4. sukses terus gan ,,, salam kenal juga deh gan

    ReplyDelete
  5. wakhhh kalau kita berusaha pasti bisa . . .seprti hal diatas!!!

    ReplyDelete

Instagram Rifa