Kicauan Kacau Seorang Penulis Galau

Review Buku Judul : Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau Penulis : Indra Herlambang Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tebal : 332 ...

Review Buku
Judul : Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau
Penulis : Indra Herlambang
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 332 + xv halaman
Cetakan kedua, Maret 2011





Ngena banget” inilah komentar salah seorang teman saya melalui tweet-nya saat membaca buku karya Indra Herlambang ini. Mungkin sebagian dari follower yang kebetulan membaca tweet-nya tersebut lantas bertanya: memangnya buku apa ini? Apanya yang ngena? Se-ngena itu kah?

Saya pribadi setuju dengan pendapat teman saya tersebut. Tulisan-tulisan dalam buku Kicau Kacau memang banyak yang nendang. Loh, memangnya Kicau Kacau bercerita tentang apa? Bukankah itu buku diary biasa yang kini sudah umum? Buku simple-simple aja kan?

Memang buku simple sih, sederhana. Sesederhana judulnya, Kicau Kacau. Namun, bukan berarti yang simple-simple itu tak berisi kan? Walau hanya membahas hal-hal kecil, tetapi bagi saya, setelah membacanya, Kicau Kacau telah mengajarkan saya berbagai hal mulai dari pengembangan diri hingga sarana merefleksi diri.

Seserius itu?


Tidak, sekali lagi, ini bukan buku yang serius, tapi berisi.

Salah satu tulisan yang ada di buku ini berjudul Inter(t)aksi. Dalam tulisan tersebut, Indra membahas tipe-tipe supir taksi yang ia klasifikasikan sendiri berdasarkan pengalamannya menumpang taksi serta berinteraksi dengan para pengemudinya. Oke, sepenting itukah hingga tipe-tipe supir taksi saja perlu dibahas? Jangan sinis dulu, mari dibaca dulu tulisannya.

Singkatnya, di tulisan Inter(t)aksi ini Indra membagi supir taksi menjadi beberapa golongan, di antaranya Supir Curhat. “Dari menutup pintu setelah duduk sampai membukanya untuk turun, Anda akan mengetahui semua masalah yang terjadi pada kehidupannya. Kegalakan istrinya, kebandelan anaknya, dan semua hal lain tentang kehidupan yang tidak sediki pun luput dalam kehidupannya," demikian kutipan penjelasan Indra mengenai Supir Curhat.

Membaca kategori yang pertama ini, saya spontan teringat dengan salah satu kejadian yang belum lama ini saya alami di dalam taksi. Baru saja naik, tiba-tiba sang supir bercerita mengenai dirinya yang baru saja ditilang karena menaikkan penumpang di Bandara, padahal armada taksinya tak memiliki otoritas untuk itu. Sang supir taksi tersebut kemudian mengatakan bahwa dampaknya adalah uang komisinya akan dipotong secara bertahap untuk mengganti biaya tilang, dan kemudian berdampak pada keuangan keluarganya, yang bisa saja menimbulkan ketidakharmonisan keluarga. Terlebih, ia baru saja berantem dengan istrinya. Curhatan supir taksi itu terhenti ketika saya harus mengangkat telepon yang ternyata dari telemarketer perusahaan asuransi, dan berpura-pura menyimak apa yang diutarakan sang penelepon, walau hal ini juga menyebalkan. Mengaitkan dengan apa yang baru dibahas oleh Indra, ini adalah salah satu contoh saja saya merasa setuju dengan yang ia sampaikan serta merasakan persis seperti yang ia tulis.

Selain Supir Curhat, Indra juga menggolongkan supir taksi ke dalam kategori Supir Pengamat Politik, Sopir Komedian, Supir Penggerutu, Supir DJ, hingga Supir Magician. Masing-masing digambarkan indra memiliki karakterisitik sendiri yang mungkin sudah tidak asing bagi kita, dan tepat seperti yang dideskripsikan oleh Indra.

Yang juga sangat menarik, di akhir tulisannya itu Indra menulis seperti ini, “Yang pasti saya curiga, jangan-jangan di antara para supir taksi, mereka pun punya penggolongan atas macam-macam penumpang yang dihadi setiap hari. Penumpang pendiam, penumpang cerewet, penumpang, pelit, penumpang galak.”

Dan taukah Anda, saya pernah menaiki taksi yang supirnya pernah bercerita kalau ia dan teman-temannya memang menggolongkan para penumpangnya menjadi berbagai macam kategori seperti yang telah diungkapkan oleh Indra. Jika memang ternyata supir taksi tersebut menggolong-golongkan kita sebagai penumpangnya, pertanyaan yang menjadi kalimat penutup Inter(t)aksi ini begitu menarik,

“Lalu pertanyaan berikutnya, penumpang tipe apakah Anda ini?”

Pertanyaan singkat, namun cukup membuat saya sedikit berpikir & merefleksikan diri. Seperti apakah saya di mata orang lain, dan apakah orang-orang menggolongkan saya ke kategori yang sifatnya positif, atau sebaliknya?

Ending tulisan yang ngena’ itu tidak hanya terdapat di satu tulisan saja loh, hampir di setiap tulisannya dalam buku ini ditutup dengan kalimat menarik yang mengandung pesan dan memang bisa membuat saya berpikir sejenak sebelum meneruskan membaca ke tulisan berikutnya. Buku ini semakin berisi karena diisi oleh diksi-diksi yang benar-benar membuat saya tahu kalau sang penulisnya adalah seorang yang cerdas dan juga seorang penikmat karya sastra.

Setap tulisan dalam Kicau Kacau sepertinya memang bukan tulisan yang terlalu penting, terutama kalau Anda melihat dari judul-judulnya. Tetapi sekali lagi, buku yang jauh dari kesan serius ini bias membuat saya sejenak merenung, tertawa kecil, tersenyum miris, hingga terbahak dalam seketika. Simple, tapi ngena banget.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Indra Herlambang smart juga ya, dalam kehidupannya dia amat ceria tapi ternyata buku yang diciptakannya bergenre galau...

    ReplyDelete

Instagram Rifa