Resensi Buku
Judul : The Pelancong Nekat Jakarta Transportation Guide
Penulis : Rizal Khadafi
Editor : Raditya Dika
Penerbit : Bukuné
Cetakan pertama, April 2009
“Dengan buku ini, kamu hanya butuh nekat,” demikian pernyataan si Nekat, Rizal Khadafi, dalam salam nekatnya. Menurut Rizal, buku ini akan menjadi obat ampuh bagi Kamu yang sering bingung dalam memakai jasa angkutan umum di Jakarta. Dalam pengantarnya tersebut Rizal juga menambahakan bahwa berkeliling Jakarta dengan angkutan umum juga membutuhkan persiapan agar tidak nyasar dan bingung. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kita membawa buku ini saat ingin jalan-jalan di Jakarta.
Bagaimana dengan saya?
Saya termasuk salah seorang yang dikatakan Rizal. Ya, saya adalah penguna angkutan umum, namun sering kebingungan akan jalur angkutan umum di Jakarta. Selain itu, saya juga bukan orang yang hafal wilayah dan jalan-jalan di Jakarta. Itu juga yang menjadi alasan saya membeli buku ini. Lantas apakah buku ini cukup berhasil menjadi obat kebingungan saya –seperti yang dijanjikan Rizal? Kabar baiknya, iya.
Buku The Pelancong Nekat: Jakarta Transportation Guide diawali dengan 16 halaman yang memuat peta DKI Jakarta. Memang bukan peta lengkap: hanya ada jalan-jalan besar, ditambah peta jalur busway serta rel kereta api. Walaupun tidak detail, namun peta ini cukup membantu, terutama bagi orang-orang seperti saya yang sering kebingungan dimana sebenarnya letak Pulo Gading, Kelapa Gadung, dan wilayah-wilayah di Jakarta lainnya. Setelah menghadirkan peta DKI Jakarta, pada bagian berikutnya buku ini menyajikan sekilas tentang transportasi di Jakarta. Lumayan, untuk menambah wawasan. Terlebih ada beberapa hal yang baru saya ketahui dari pembahasan tersebut, seperti fakta-fakta tentang kapan pertama kalinya berbagai macam angkutan umum mulai beroperasi di ibukota.
Setelah membahas sejarah transportasi Jakarta, bagian selanjutnya baru kita akan menemukan pembahasan mengenai berbagai alat transportasi umum di Jakarta: bajaj, kancil, ojek, bus besar, bus sedang, angkutan kota, busway, kereta rel listrik, dan taksi. Pembahasan yang disajikan cukup lengkap dan bermanfaat, mulai dari trayek angkot dan bus, lokasi terminal dan stasiun, tarif angkutan, hingga jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api di Jabodetabek.

Tidak hanya itu, Rizal juga menambahkan tips bagi kita yang ingin menumpang di masing-masing kendaraan umum yang dibahasnya. Banyak sekali tips yang berguna yang diberikan oleh Rizal, seperti tips menumpang kereta api berikut ini:
Pisahkan uang untuk ongkos kereta dengan uang pecahan besar. Uang untuk ongkos bisa ditaruh di saku, sedangkan uang dengan pecahan besar ditaruh di dompet.
Simpan dompet dengan uang pecahan besar, ponsel, dan dokumen penting lainnya di tas bagian dalam.
Pegang tas ke arah depan, jangan ke belakang. Kalau di belakang si Copet malah kesenengan. Kalau bisa tas mau dipeluk yang erat, terutama ketika kamu berdesak-desakkan dengan penumpang di dalam gerbong kereta.
Jangan mengeluarkan dompet atau ponsel ketika masih berada di kereta. Entar si Copet tahu letak di mana kamu menaruh dompet atau ponsel.
Untuk mengelabui si Copet, samarkan saja dompet atau ponsel dengan daun pisang. Pasti si Copet bakal mengira itu adalah pepes ikan.
Banyak copet yang menggunakan silet untuk menyobek tas korban. Sebelum kamu menjadi korban, akan lebih baik kalau kamu membawa magner ketika di kereta. Ketika si Copet melakukan aksinya, siletnya nempel di magnet yang telah kamu bawa.
Kalau kamu takut dicopet, mending kamu duduk saja di atap gerbong kereta. Pastinya aman, karena copet juga males nyopet di atap gerbong. Selain karena takut kesetrum, buat kabur juga susah. Tapi kamu juga mesti hati-hati, karena duduk di atap gerbong itu sangatlah dilarang.
Ketika kereta kamu datang, jangan sekali-kali mencoba untuk memberhentikan kereta dengan cara apapun, karena kereta akan berhenti dengan sendirinya.
Yah, memang tidak semuanya serius sih, tetapi justru menurut saya hal tersebut menjadi salah satu keunggulan buku ini. Selain bermanfaat, juga menghibur pembacanya.
Pada intinya, saya merasa buku ini sangat bermanfaat dan tidak menyesal telah membelinya. Sekarang, buku ini selalu bersama saya jika saya hendak bepergian menggunakan kendaraan umum di Jakarta. Sekali lagi, dengan buku ini, kita hanya tinggal menyiapkan ongkos... dan nekat!



wah selamat ya. jadi salah satu pemenang kontes review alnect computer. meskipun belum mendapatkan hadiah sesuai harapan setidaknya dari kemenangan ini bisa menjadi penyemangat, menjadi pembakar, menjadi cambuk untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas tulisan/review. untuk menghadapi kontes alnect ke2 atau kontes review lainnya. tetap semangat ya.. jangan pernah putus asa..
ditunggu komentar berkualitasnya dalam tulisan 'Rumah Impian...'.cheers..
wah, menang mulu nih kak Rifa....^^
wahhh... sama kak, aku juga posting buku ttg guide tour..; tapiu sepertinya bukuku lebih menarik kak...
soalnya gambarnya tipe" kayak bani n mice..
hehehe..
mampir deh ke blogku ^_^
http://pelangiituaku.wordpress.com