20 Juli 2009

Diary Fantastis yang Tidak Radityadikasentris


Resensi Buku
Judul : Diary si Bocah Tengil
Pengarang : Jeff Kinney
Penerjemah : Ferry Halim
Penyunting : Annisa W.
Penerbit : Atria
Cetakan kedua, Juni 2009



Mengunjungi toko buku hari ini, kita akan menemukan banyak buku bergenre personal literature, yakni buku yang ditulis berdasarkan diary/catatan harian seseorang. Apakah Kamu termasuk penggemar buku jenis tersebut? Atau sebaliknya, sudah merasa jenuh dengan buku-buku semacam itu yang gayanya seperti itu-itu saja -radityadikasentris, atau lupusentris? Kalau kamu menjawab iya untuk pertanyaan pertama atau kedua atau keduanya, tampaknya kamu harus baca buku yang baru saja saya baca ini. Diary si Bocah Tengil, begitu judulnya. Mengangkat kisah seorang anak bernama Greg Heffley yang diambil dari catatan hariannya selama satu tahun ajaran di sekolah, buku ini bisa menjadi alternatif bagi kita yang menyukai buku komedi. Humor yang disajikan benar-benar dapat membuat saya terpingkal-pingkal.

Di awal diary-nya, Greg Heffley sudah menegaskan bahwa sebenarnya ia mengharapkan tidak ada tulisan 'diary' pada sampul buku catatan hariannya. Ia lebih senang menyebutnya 'jurnal', dan bukan 'diary'. Hal tersebut antara lain karena dirinya khawatir akan ada seorang bajingan yang memergokinya membawa 'diary' dan lantas menyebutnya banci. Heffley juga menyatakan bahwa menulis diary bukanlah murni atas kemauan dirinya, melainkan gagasan ibunya. Satu-satunya alasan yang membuatnya setuju menulis diary ialah jika suatu saat nanti dirinya kaya dan terkenal, ada hal lain yang lebih baik dilakukannya daripada menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh dari para wartawan. Di dalam diarynya, Heffley menceritakan banyak kejadian lucu bersama orang-orang di sekililingnya -antara lain sahabat bernama Rowley yang polos dan tidak bisa menggambar hidung, kakak lelaki bernama Rodrick yang selalu menjailinya, serta adik lelaki kecil bernama Manny yang pernah membawa majalah bergambar wanita-berbalut-bikini-yang-sedang-berbaring-di-atas-mobil-kap ke tempat penitipan anak untuk acara tunjukkan-dan-ceritakan.



Walaupun bukan diangkat dari kisah nyata, kejadian-kejadian yang dialami oleh tokoh fiktif Greg Heffley dekat dengan realita dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya berupa tulisan, diary Heffley ini juga menyertakan gambar-gambar yang 'seolah' digambar sendiri oleh Heffley untuk memperjelas ceritanya. Perpaduan cerita dan gambar-gambar tersebut menjadi humor yang sangat menarik. Tidak asal membuat kita tertawa, komedi yang ditawarkan dalam buku ini juga disajikan secara cerdas. Hal tersebut memang sempat membuat saya tidak langsung 'ngeh' dengan apa yang dimaksud penulis -yah, antara tulisannya yang cerdas atau sayanya yang kurang cerdas. Namun, setelah berhasil mencerna apa yang dimaksud, saya dibuat terbahak-bahak oleh tulisan ini.

Humor yang cerdas dalam diary Greg Heffley ini justru mungkin saja membuat buku ini kurang cocok untuk dibaca oleh anak-anak Indonesia pada umumnya. Selain membuat pembacanya berpikir, beberapa istilah juga akan 'lucu' jika disajikan dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, terdapat beberapa footnote dalam buku ini yang menjelaskan maksud dari beberapa istilah yang ada. Terlepas dari hal tersebut, Diary si Bocah Tengil benar-benar menjadi buku favorit saya saat ini. Sangat menghibur dan fantastis!


Komentar :

ada 8 komentar ke “Diary Fantastis yang Tidak Radityadikasentris”
Anonim mengatakan...
pada hari 

Mau doong! ehm..berapa yah, harganya?? it seems like interesting to buy it and HAVE it! ehehehe

anyway, im fiEkHa from www.langithariini.blogspot.com

google account di sini lg error, so I comment as anonymous.

sekalian blogwalking baliik.. :)

Rifa mengatakan...
pada hari 

hmmm, berapa yah, gue lupa.. kalo ga salah 28.000 deh.. waktu itu belinya c di pesta buku jakarta, jadi diskon gitu. harga aslinya sepertinya 35ribu...

thanks fiekha buat kunjungan baliknya...
sering2 saling mengunjungi yah... hehe

Andra mengatakan...
pada hari 

kayaknya bagus...

puspa mengatakan...
pada hari 

sip.... beli ah bukunya.
tapi gmana kalau pinjem dulu kak.hehe
ga ding!

Rifa mengatakan...
pada hari 

Andra: iya, ndra. bagus kok. gak nyesel deh belinya... sekarang gue lagi menanti2 buku keduanya nih...

Puspa: Hehe, silahkan2 kalau mo pinjem, eh, sewa..
haha

Putri Amirah mengatakan...
pada hari 

woow.. interesting nih!! worth reading hehehe
should go and buy it :D

Rifa Mulyawan mengatakan...
pada hari 

Hai putri, thanks yah udah berkunjung balik...
x)
tapi kalo ternyata bukunya gak sesuai ekspektasi jangan nyalahin gue yah, hehe...
tapi mnurut gue oke kok...

Anonim mengatakan...
pada hari 

emang mantap novel nya

Poskan Komentar


guest book


Archive

Internet Sehat

 

© 2009 Powered by Blogger.

rifamulyawan online is powered by Rifa Mulyawan