Wah, hari ini gue resmi menyandang kata’puluh’ di usia gue. Hari ini gue menjadi 20 tahun. Udah semakin tua, tapi katanya sih masih butuh setahun lagi untuk bisa dibilang dewasa.
Sepupu gue, Atu Eva, bilang kalau menurut dia dewasa itu bukan dilihat dari usia, tapi dari… yah pikir sendiri aja dah... gitu katanya. (Yah, ini Atu Eva niat ngasih tau pendapatnya nggak sih, hehe…)
Hmmm, dewasa bukan dilihat dari usia? dilihat dari apa yah kalau gitu? Setelah gue pikir-pikir, mungkin indikator dewasa bisa dilihat antara lain dari pemikiran, sikap, dan kemandirian.
Gue?
Hmmm… Harus gue akui, kalaupun indikator dewasa itu diukur dari pemikiran, sikap dan kemandirian, gue jelas masih belum bisa dibilang dewasa.
Pemikiran
Kadang-kadang sih iya gw berpikir nggak kayak anak-anak. Tapi lebih seringnya gue masih seperti anak-anak. Masih lebih suka memikirkan hal-hal yang senang-senang, bersifat duniawi, egoisentris, dan lain-lain...
Sikap
Haha, bahkan salah seorang junior gue, si Rizqan, bilang kalau gue terlihat childish, setidaknya kalau dia membandingkan dengan teman-teman gue di ilmu politik FISIP UI angkatan 2006.
Kemandirian
Duh, apalagi yang ini. Gue masih jauh banget dari kata mandiri. Gue masih belom banget bisa lepas dari orang tua gue. Bayar kuliah, makan, kost, hampir semua biaya hidup gue saat ini aja masih dibiayain orang tua. Huf, nggak oke banget kan?
Hmmh… Udah 20 tahun ni gue. Kok masih gini-gini aja yah. Waktunya tinggal setahun lagi buat gue untuk ngubah semuanya. Berpikir dewasa, bersikap dewasa dan mandiri (walau belum sepenuhnya). Semoga aja tahun depan, saat gue sudah menginjak usia 21 tahun, gue udah bisa dibilang dewasa. Tidak hanya karena gue berusia 21, tapi juga telah memenuhi berbagai syarat dilihat dari berbagai indikator.
Happy birthday to me,
x)



Komentar :
Poskan Komentar