24 Desember 2008

MPS: Metode Penelitian Sosial atau Memimpikan Prabowo Subianto?


Setelah mendapat tugas membuat rancangan penelitian (Research Design) mata kuliah Metode Penelitian Sosial (MPS), saya langsung terpikirkan untuk membahas tentang Pak Prabowo dan Partai Gerindranya. Setelah melakukan semedi yang cukup lama serta mengirimkan SMS Primbon dengan mengetik REG PRIMBON ke 6288, akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah Research Design yang berjudul “Pengaruh Iklan Televisi Gerindra dan HKTI terhadap Peningkatan Popularitas Prabowo Subianto di Mata Para Petani”. Mengapa saya membahas hal yang berhubungan dengan politik? Ya, karena saya adalah mahasiswa jurusan Ilmu Politik, tepatnya di FISIP Universitas Indonesia. Kalau saya membahas tentang “Pengaruh Iklan Televisi REG (spasi) PRIMBON Tehadap Peningkatan Popularitas Ki Joko Bodo di Mata Para Nelayan yang Tidak Cocok Kerja di Air”, takutnya saya disangka bukan mahasiswa, melainkan hanya orang iseng yang sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk mengisi hidupnya.

Menurut saya, merupakan hal yang penting untuk mengetahui tingkat popularitas seorang kandidat di mata para petani. Mengapa? Karena petani adalah mayoritas di negeri ini. Jika seorang kandidat dipilih oleh para petani saja (tetapi seluruhnya), maka ia bisa memenangkan pemilu. Dalam rangka mengerjakan tugas saya tersebut, saya mewawancarai pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), pengurus Partai Gerindra, dan para petani.



Kamis, 11 Desember 2008

Saya menghubungi Pak Andriyono Kilat Adhi, Sekretaris Eksekutif HKTI melalui telepon. Pak Andriyono nampaknya mengagumi Pak Prabowo Subianto. Beliau berulang kali memuji Pak Prabowo yang menurutnya telah memberi banyak kemajuan di tubuh HKTI dan dunia pertanian Indonesia. “Sejak kepengurusan Pak Prabowo, saat ini di semua provinsi sudah terbentuk HKTI. Beliau juga selalu aktif menyampaikan pesan-pesan pada pemerintah. Bapak Prabowo sangat membina hubungan yang baik antara HKTI dan masyarakat. Selain itu, sejak Pak Prabowo menjadi ketua umum, beliau sering melakukan kunjungan ke daerah dan bertemu dengan pengurus HKTI di daerah. Dan tentunya bertemu para petani juga. Pak Prabowo suka menyampaikan secara langsung pesan-pesan atau himbauannya.”

“Hmmh, benar tidak ya apa yang dikatakan Pak Andriyono? Atau Pak Andriyono bercerita berlebihan mengenai Pak Prabowo.”, itu yang ada dalam benak saya saat itu. Pada awalnya. saya bukanlah simpatisan Pak Prabowo ataupun Partai Gerindra, tapi nampaknya pernyataan Pak Andriyono ini membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Pak Prabowo.




Jumat, 12 Desember 2008

Hari ini saya bermaksud untuk mewawancara pengurus Partai Gerindra. Pengurus Partai Gerindra yang ingin saya wawancara adalah Bapak Abdoel Haris Bobihoe, Wakil Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra. Setelah sekali naik bus, sampailah saya tepat di depan sebuah rumah mewah yang terletak di kawasan jl. Brawijaya. Bukan, itu bukan rumah saya (ngarep). Tapi itu adalah kantor DPP Partai Gerindra.

Saya masuk ke dalam kantor DPP Gerindra. Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya saya dapat bertemu Pak Abdul Haris Bobihoe. Selama wawancara, Pak Abdul Haris Bobihoe menunjukkan sikap yang ramah dan terbuka. Ia menjawab semua pertanyaan dengan mengesankan. Pak Abdul Haris Bobihoe menjelaskan berbagai pandangannya mengenai ekonomi kerakyatan, program Partai Gerindra, dan lain sebagainya. Saat itu saya benar-benar terkesan oleh pemaparan beliau. Saya jadi berpikir, walaupun Partai Gerindra merupakan partai yang masih baru, namun persiapannya, programnya, marketing politiknya, merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Setelah menyelesaikan wawancara dengan Pak Abdul Haris Bobihoe, terbesit dalam hati saya, “Wow, bagaimana yah, kalau seandainya Pak Prabowo yang tadi ada dihadapan saya dan memaparkan semua yang saya tanyakan?” Mulai saat itu, saya menjadi tambah penasaran dengan Pak Prabowo.

Oh iya, saya mendapat oleh-oleh ini loh dari Pak Abdul Haris Bobihoe:



Senin, 15 Desember 2008

Sambil mengerjakan tugas, saya membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Pak Prabowo dan Partai Gerindra. Mulai dari artikel-artikel di internet, buku Manifesto Perjuangan Partai Gerindra, buku Kalau Prabowo Jadi Presiden dan buku Kontroversi Kudeta Prabowo (tulisan A. Pambudi), sampai buku tulisan Pak Prabowo, Kembalikan Indonesia. Entah mengapa setelah membaca semua itu, saya yang tadinya tidak terpikirkan sama sekali untuk menjadikan Partai Gerindra dan Pak Prabowo sebagai pilihan saya, merasa berubah pikiran. Kagum sekali saya terhadap pemikiran Pak Prabowo saat membaca tulisannya, Kembalikan Indonesia. Sepertinya memang pemikiran seperti yang tertera dalam buku itulah yang bisa digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan bangsa ini.



Rabu, 17 Desember 2008

Ya ampun, dasyat sekali nampaknya efek dari tugas yang sedang saya kerjakan saat ini. Setelah mempersuasi preferensi politik saya, nampaknya tugas ini juga berhasil ‘merasuki’ otak saya. Entah mengapa, saya merasa sepertinya otak saya saat ini dipenuhi dengan 2 hal: Pak Prabowo dan Partai Gerindra. Dua hal yang pada awalnya saya tidak tertarik sama sekali. Namun sepertinya tugas ini menjadi petunjuk jalan bagi saya. Dan yang lebih dasyat lagi: Semalam saya bermimpi berbincang-bincang AKRAB dengan Pak Prabowo. Apa yah artinya? Saya memutuskan untuk mengambil ponsel saya dan segera mengetik REG MIMPI dan mengirimkannya ke 6288. Tapi saya tidak jadi melakukannya karena saya menyadari bahwa itu akan membuat saya tampak seperti orang tampan. Eh, maksudnya tampak seperti orang bodoh. Tapi tetap tampan sih.


Kamis, 18 Desember 2008

Malam ini saya berangkat ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan tujuan mewawancara para petani keesokan harinya. Tentunya wawancara tersebut masih dalam rangka mengerjakan tugas mata kuliah MPS saya.


Jumat, 19 Desember 2008

Pagi hari, saya berkunjung ke sawah di daerah kampong Cinisti, Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Saat berada di sawah tersebut, tentunya hal yang langsung terlintas di benak saya ialah Iklan Pak Prabowo Subianto. Kemudian saya mecoba berlagak seperti Pak Prabowo dalam iklan televisinya:



"Belilah Hasil Pangan Produk Dalam Negeri"


Oleh karena mayoritas petani di daerah tersebut meliburkan diri pada hari Jum’at, maka saya hanya menemui sedikit petani. Terdapat lebih banyak petani wanita daripada pria hari itu. Pertama saya bertanya kepada dua petani wanita yang berusia tua, tetapi sayangnya mereka mengaku tidak pernah melihat iklan Gerindra dan tidak mengetahui Bapak Prabowo Subianto. Wah, ini harus dilaporkan ke Pak Prabowo. Ternyata masih ada petani di negeri ini -bahkan masih di Jawa Barat- yang belum mengenal beliau dan Partai Geindra. Kedua petani tersebut pun menolak diwawancara dengan alasan tidak mengerti apa-apa, tidak sekolah, dan buta huruf. Mereka merekomendasikan teman petani wanita yang usianya lebih muda.

Kemudian saya menghampiri petani yang direkomendasikan tersebut. Petani itu bernama Ibu Sumarni. Ia bersedia diwawancara. Berikut petikan wawancara saya dengan Ibu Sumarni:

Apakah Ibu pernah melihat iklan Gerindra dan HKTI di televisi?
Pernah, tapi jarang.

Kapan biasanya Ibu melihat iklan tersebut?
Biasanya jam 5 sore, setelah selelsai bekerja, saat nonton televisi. Saya suka nonton sinetron, dan selalu ada iklan itu.

Kalau begitu Ibu mengenal Pak Prabowo?
Ya saya tidak kenal, hanya tau saja.

Sebelum ada iklan itu, ibu pernah tahu Pak Prabowo?
TIdak, tidak tahu. Saya baru tahu Prabowo semenjak lihat iklannya di televisi.

Apakah Ibu suka iklan Pak Prabowo? Mengapa?
Iya, saya suka iklannya. Karena di iklannya ada petani teh, petani cabe. Terus ada kunjungan Pak Prabowonya ke Bapak-bapak dan Ibu-ibu petani. Saya suka iklannya. Sangat meresap (menyentuh).

Bagaimana tanggapan Ibu terhadap Pak Prabowo Subianto setelah melihat iklan tersebut?
Pak Prabowonya cakep, baik, dermawan, suka memberi kepada petani. Saya jadi senang sama Pak Prabowonya, semoga kalau nanti dia terpilih dia bisa menepati janji-janjinya.

Bagaimana tanggapan Ibu tentang iklan Pak Prabowo tentang ajakan untuk mengkonsumsi produk pangan dalam negeri?
Bagus, setuju sekali. Para petani jadi senang kalau masyarakat membeli beras yang dari dalam negeri.

Bagaimana harapan ibu setelah melihat iklan Gerindra dan HKTI?
Melihat iklan itu saya jadi ada harapan, ada yang peduli kepada kaum petani.

Prabowo Fans Club


Setelah selesai wawancara, Ibu Sumarni menunjukkan seorang petani lelaki yang merupakan Ketua RT di wilayah tersebut. Saya kemudian mewawancara Pak RT Uun. Ia bekerja sebagai petani pula. Berikut petikan wawancara saya dengan Pak Uun:

Apakah Bapak pernah melihat iklan Gerindra dan HKTI di televisi?
Pernah.

Bagaimana tanggapan Bapak tentang iklan Pak Prabowo tentang ajakan untuk mengkonsumsi produk pangan dalam negeri?
Bagus, gunakan produk dalam negeri itu bagus. Masa masyarakat Indonesia tidak membeli produk dari negeri sendiri.

Apakah Bapak suka dengan iklan Pak Prabowo? Mengapa?
Saya sebenarnya tidak suka janji-janji pejabat. Dulu juga banyak iklan calon presiden di televisi, tapi ternyata hanya janji. Sekarang ini para petani juga kurang diperhatikan. Tapi kalau saya melihat iklan Pak Prabowo rasanya beda. Saya suka melihat iklannya. Sepertinya Pak Prabowo sangat peduli petani. Ya mudah-mudahan lah kali ini benar-benar (menepati janjinya).

Jadi setelah melihat iklan Pak Prabowo, Bapak jadi punya harapan ya Pak? Apakah Bapak mempunyai harapan lain selain Pak Prabowo mempedulikan para petani?
Iya, ada. Melihat iklan tersebut, saya berharap nanti benar-benar diwujudkan. Mudah-mudahan pupuk tersedia dimana-mana. Pupuknya banyak pilihannya. Tidak langka seperti sekarang. Sulit hidup jadi petani sekarang.

Bagaimana tanggapan Bapak terhadap Pak Prabowo Subianto setelah melihat iklan tersebut?
Saya tidak tahu banyak tentang dia sebelum ada iklan. Saya hanya tahu kalau dahulu dia pejabat orde baru. Setelah melihat iklan itu, saya jadi semakin tahu Pak Prabowo. Saya tertarik sekali pada Pak Prabowo. Saya senang melihat iklannya. Karena iklannya ada isu pertaniannya. Di iklannya ada Pak Prabowo dan para petani bersama-sama di sawah. Pak Prabowo juga memperhatikan para petani.


Rifa dengan Bapak Uun, petani di Kecamatan bayongbong, Garut


Setelah proses wawancara tersebut selesai saya menjadi semakin berpikir, “Wah ternyata para petani memang menggantungkan harapan mereka pada Pak Prabowo.” Mereka benar-benar berharap apa yang ditekankan Pak Prabowo dalam iklannya, benar-benar akan menjadi kenyataan. Proses pengerjaan tugas ini memang ternyata benar-benar mempengaruhi preferensi politik saya. Saat ini saya malah sangat tertarik dan kagum dengan Pak Prabowo. Saya berharap bisa bertemu langsung dengannya, berdiskusi dengannya, mendengarkan pemaparan pemikiran-pemikirannya, menyampaikan harapan dan hasil wawancara saya dengan para petani. Walaupun tampak mustahil, tetapi mungkin saja mimpi saya pada malam Rabu, 17 Desember 2008 lalu -berbincang akrab dengan Pak Prabowo- bisa menjadi kenyataan. Siapa yang tahu?



*Ditulis untuk mengikuti Prabowo Subianto Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Facebook Page Prabowo Subianto (http://tinyurl.com/prabowo).
Facebook Page Prabowo Subianto adalah tempat seluruh warga negara Indonesia dapat menyatakan dukungannya untuk Prabowo Subianto dan berdiskusi dengan Prabowo Subianto serta calon legislatif dari Partai Gerindra



guest book


MY FACEBOOK

Archive

Internet Sehat

 

© 2009 Powered by Blogger.

rifamulyawan online is powered by Rifa Mulyawan