10 Oktober 2008

Menghadiri Rapat Comdev


*Berikut ini adalah salah satu tulisan gue yang gue pindahin dari blog gue yang lama, yang udah nggak aktif lagi. Gw tulis pada bulan Desember 2007.



Rabu, 19 Desember 2007, pagi hari gue diisi dengan kunjungan ke kelurahan Kemiri Muka, Depok. Bukan, bukan untuk survey penduduk apalagi nagihin kreditan barang, melainkan dalam rangka kepanitiaan Comdev (Community Development) FISIP UI, yaitu semacam program pengembangan masyarakat gitu yang dilaksanain buat kemajuan para pemuda dan pemudi di seantero RT 05 Kelurahan Kemiri Muka, Depok.

Perjalanan menuju kelurahan Kemiri Muka diawali dengan kesialan gue lupa bawa duit. Gue baru menyadari ini setelah si Solah, ojeg antar-jemput gratis dari kost-an gue, tiba-tiba berhenti di Balairung UI. Motornya mogok. Alhasil, gue harus jalan kaki dari tempat itu ke Kemiri Muka. Ya udah, gw berencana ngelanjutin perjalanan gw dengan ojeg lainnya, yang nggak gratis tentunya. Gw mengeluarkan dompet gue, dan.....bagus. Cuma ada KTP dengan foto pria tampan ditambah struk-struk wartel & ATM. Itu aja... Kagak ada duitnya. Seperak pun.
Perjalanan masih panjang.
Masih jauh.
Ya nggak jauh-jauh amat sih... Tapi lo tau kan rasanya kalo lagi males jalan kaki dengan kondisi badan yang sedang pegel-pegel tiba-tiba harus jalan dari Grogol ke Depok?

Ya nggak sejauh itu juga sih.

Mau nggak mau, gue jalani. Mana gue udah dismsin + dimiscal2in sama si Inggar, ketua panitianya. Di depan Margo City, saat gue menikmati perjalanan dengan kaki manis gue ini, tiba-tiba gue dapet SMS dari si Inggar yang nyuruh gw cepetan dateng. Gw balaslah sms itu. Saat gue mengetik SMS sambil jalan kaki...
Ceprooott!!!
Kaki kanan gw yang selalu gue rawat dengan lulur isi mentega ini kejeblos...
Kejeblos di sebuah jalanan becek gitu, cukup dalem hingga di atas pergelangan kaki.
Nyiprat pula.
Uhh mantap dah..


Kini gue berpenampilan beda. Dengan sepatu berlumuran coklat dan siap dijilat. Dengan celana jeans panjang warna coklat pada bagian bawah kaki kanan.
Kaki yang kiri lebih mantap lagi.
Terdapat motif-motif cipratan gitu.
Tau nggak sih, motifnya tuh kayak yang sempet ngetren abis itu loh. Motif-motif distro yang kayak cat tumpah gitu...

Dengan sok pede, gw tetep melanjutkan perjalanan gue. Walau gue tahu, ini adalah tempat yang ramai. Dan gue juga tau ada segerombolan anak SMA yang cekikikan dengan arah pandangan ke gue.
Tapi...
Gw tetep melangkah dengan pede.
Seakan-akan...
tidak ada apa-apa barusan.

Sudahlah, malas gue membahas itu lagi. Langsung saja ke topik utama. Singkat kata (singkat kata? kaya buku-buku jaman dulu) akhirnya gue sampe tujuan dengan selamat walau telat. Gw berkumpul bersama teman-teman panitia (mahasiswa FISIP UI) dan teman-teman peserta (pemuda-pemudi RT 05 Kelurahan kemiri Muka) Comdev di rumah salah seorang peserta yang namanya Bang Erwin.

Di sana, kami ngomongin segala macem deh tentang program Comdev ini, terutama tentang usaha apa yang mau dijalanin demi kemajuan bersama.
Layaknya perundingan di Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang baru aja dilaksanain di Bali, perundingan di rumahnya Bang Erwin juga berlangsung alot. Kalau di UNFCCC terjadi deadlock antara negara maju dan negara berkembang mengenai penurunan emisi, di Konferensi, eh Rapat Comdev ini juga terjadi deadlock alias kebuntuan, antara pendukung membuka usaha kerajinan, buka usaha jualan nasi goreng, bubur ayam, sate ayam, sama roti bakar.

Terlihat sekali terjadi banyak kepentingan di sini. Tampaknya konferensi untuk hari itu benar-benar menemui kebuntuan. Walau sudah dijabarkan plus minus masing-masing usaha tersebut, tapi hingga akhir konferensi hari itu berakhir, peserta konferensi belum menemui titik terang dalam sebuah kesepakatan.

Meneladani UNFCCC yang pada akhirnya berhasil menelurkan Peta Jalan Bali (Bali Roadmap) di hari terakhir konferensi, para peserta Konferensi Comdev kali ini juga berharap nantinya bisa menelurkan sebuah kesepakatan yang terwujud di hari terakhir pelaksanaan konferensi, Sabtu, 22 Desember 2007 di (pinggiran danau) Balairung UI. Mungkin nantinya hasil kesepakatan akan bernama peta jalan rumah Bang Erwin (Brother Erwin’s House Roadmap) atau bisa juga Peta Jalan Balairung (Balairung Roadmap).

Yah semoga saja pertemuan Sabtu nanti bisa membuahkan hasil yang sangat bermanfaat.
Amin.

Selesai menghadiri konferensi Comdev tersebut, berhubung saat itu hujan dan acara gue selanjutnya masih 2 jam lagi, gue memutuskan untuk bermain internet terlebih dahulu di warnet deket tukang Es Pocong. Setelah sukses ngutang sama Joke (semoga aja dia lupa kalo gue ngutang ama dia), akhirnya gue ngambil paket main 2 jam, seharga Rp 7.000,00. Mungkin karena tadi gue ngutangnya maksa kali ya, sehingga koneksi internetnya rada lemot. Padahal gw ingin mengupload Sosline.

Sosline adalah nama website Departemen Sosial dan Lingkungan BEM FISIP UI. Sebenernya Sosline udah jadi beberapa bulan yang lalu. Dan udah sempet online juga. Tapi karena kurang dari 5 pengunjung dalam jangka waktu 2 minggu, akhirnya pihak PHPNET.US dengan teganya dan tanpa konfirmasi awal langsung memberantas website itu begitu saja. Sadis.

Jadi, dari kemaren-kemaren tuh gue udah nyoba mengupload lagi upload lagi, tapi selalu gagal maning gagal maning. Entah mengapa, sepertinya ntu developer (si Phpnet.us) udah tau kalo yang mengupload adalah gue, dan dia berpikiran "yah paling ni website juga bakal kagak ada pengujungnya lagi".
Sialan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Menghadiri Rapat Comdev”

Poskan Komentar


guest book


MY FACEBOOK

Archive

Internet Sehat

 

© 2009 Powered by Blogger.

rifamulyawan online is powered by Rifa Mulyawan